Kamis, 01 November 2012
26. FKS: RAPBD tahun 2005
PENDAPAT AKHIR FRAKSI
PEDULI KEADILAN SEJAHTERA DPRD KABUPATEN SOLOK
TENTANG
RAPBD KABUPATEN SOLOK TAHUN 2005
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Yang Kami Hormati,
- Saudara Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Solok
- Saudara Bupati dan wakil Bupati Solok
- Saudara Unsur Muspida , Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Koto Baru
- Saudara Sekretaris Daerah, Sekretaris Dewan, para Asisten, Kepala Badan, Dinas,
Kantor Instansi, para Kepala Bagian, para Camat serta seluruh jajaran Pemerintah
Daerah Kabupaten Solok.
- Saudara Pimpinan Organisasi Masyarakat, Org. Politik, Organisasi Profesi, para
Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Agama
- Saudara Pengurus LSM, para wartawan dan para undangan.
Pertama sekali selayaknya kita sanjungkan puji dan syukur kepada Allah Swt yang telah memberikan kekuasaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mencabut kembali kekuasaan itu dari siapa yang dikehendaki-Nya, yang telah memuliakan siapa yang dikehendaki-Nya dan menghinakan siapa yang dikehendaki-Nya. Mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang bersyukur atas segala nikmat yang telah dicurahkan-Nya dengan menerima nikmat tersebut lalu menggunakannya sesuai yang telah diatur-Nya.
Shalawat dan salam kita sampaikan kepada junjungan kita, yakni Nabi Muhammad Saw yang telah mencurahkan seluruh potensi hidupnya untuk perbaikan kehidupan manusia di dunia ini hingga kehidupan di akherat, sehingga kita tidak ragu-ragu lagi menjadikan beliau sebagai teladan dan pimpinan kita dalam seluruh asfekkehidupan. Dengan banyak mengucapkan shalawat, semoga kelak di akherat dengan izin Allah kita mendapat syafaatnya, amin.
Terima kasih kami ucapkan kepada ketua yang telah mempersilahkan kami dari Fraksi Peduli Keadilan Sejahtera untuk menyampaikan Pendapat Akhir Fraksi tentang RAPBD tahun 2005 dihadapan sidang paripurna hari ini, Sabtu 26 Februari 2005, semoga sidang dewan ini dapat memutuskan hal yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Solok hendaknya.
Hadirin sidang dewan yang kami hormati,
Hari ini kita masih berada di tanggal 17 Muharam 1426.H yang merupakan tahun baru Islam, cendrung luput dari ingatan kita tonggak sejarah dunia islam ini, yang didalamnya sarat dengan perjuangan yang sulit dilukiskan dengan kalimat apapun. Bulan ini masih baru. Muharam. Untuk tahun yang baru juga, 1426.H mengenang kembali saat-saat itu, ketika Rasulullah dan para sahabat berkorban sepenuh jiwa. Selalu ada perasaan tertentu bagi orang-orang beriman. Tahun yang dikukuhkan berdasarkan momentum kepindahan yang sangat mengharu biru, dari Mekkah ke Madinah.
Maka tahun baru islam ini seharusnya memberi arti perubahan pada diri setiap kita. Seperti hijrah yang mengubah dan memindahkan. Hidup kita harus berpindah, dari kubangan dosa kepada lautan taubat. Berpindah dari arogansi kerakusan, menuju kejujuran penuniaan hak-hak orang. Hidup kita harus berubah, dari yang buruk menuju yang baik. Dari yang usang menuju yang segar. Kesalahan harus ditinggalkan. Kesemrawutan harus ditertibkan.
Hadirin sidang dewan yang berbahagia,
Tahun baru ini harus memberi arti pada dinamika hidup kita. Seperti hijrah yang penuh warna, tantangan, suasana dan harapan. Mekkah yang liat dari petunjuk, mengantarkan orang-orang yang berimannya menuju Madinah yang subur, dinamis, hangat dan sangat bersahabat. Maka seperti Madinah yang lembut, kekerasan di sekitar kita harus kita akhiri. Kekerasan di rumah tangga, saat seorang suami memukuli isteri yang menyiapkan untuknya makanan, melayani, serta mengasuh anak darah dagingnya. Kekerasan para perempuan yang menghinakan harga dirinya, di pentas gaya hidup yang palsu.
Kekerasan di jalanan, saat preman kelas teri menggantungkan nyalinya di ujung belati. Tak ada jiwa kesatria. Tak ada keprajuritan. Kekerasan di pentas politik, saat pemburu-pemburu kekuasaan rajin bersilat lidah dan beradu sogokan. Kekerasan di belantara usaha, saat perampok-perampok lari ke luar negeri. Semua harus dihentikan.
Hadirin sidang dewan yang berbahagia,
Mungkin ini adalah mimpi, mengharap kekerasan berhenti hanya karena momentum tahun baru ini. Mungkin para pelaku kekerasan itu bahkan seumur hidupnyatak pernah mendengar kata Muharam. Tapi setidaknya bila kita bukan pelaku kekerasan itu, kita bisa belajar, bagaimana sebuah kekerasan mengakhiri kesudahannya. Kita bisa belajar, bahwa jalan kekerasan tak pernah menyelesaikan.
Tahun baru ini harus memberi arti pada pertumbuhan kita. Seperti Madinah yang sigap berkembang. Dalam percepatannya yang mengagumkan. Nyaris tak ada satu rumahpun, kecuali telah ada anggota keluarganya yang masuk Islam. Pertumbuhan dalam hidup adalah kebutuhan. Sebab dengan pertumbuhan itu kita bertahan, pada saat yang sama kita mengarungi tantangan baru dan kesulitan yang terus menerus dating.
Hidup harus dibangun diatas pertumbuhan yang lebih sehat. Mengharapkan kesadaran pertumbuhan dari momentum tahun baru islam, mungkin terlalu berlebihan.. tapi orang-orang yang beriman, setidaknya mengerti bagaimana sebuah pilihan diambil, dengan sepenuh kesadaran. Seperti pilihan hijrah yang diambil orang-orang dimasa itu.
Tahun baru semestinya membuat diri kita lebih berarti, kita melihat, lalu kita tahu, kita menyaksikan, lalu kita memahami. Tapi hanya ketika kita berubah, tumbuh dan dinamis, kita akan menjadi sesuatu.
Hadirin sidang dewan yang berbahagia,
Tahun 2005 ini secara Nasional kita akan mengadakan Pilkadal [Pemilihan Kepala Daerah Lansung], tentu kita tidak mau mengecewakan masyarakat dalam pemilihan tersebut, sehingga sesuai mekanisme yang ada maka partai politik seharusnya sudah memikirkan ini, bakal calon yang akan memimpin Kabupaten Solok lima tahun ke depan, terpaksa ataupun sukarela Bapak Gamawan Fauzi SH.MM harus mengakhiri jabatannya di Kabupaten Solok ini, yang akan digantikan oleh figure baru yang seharusnya memiliki kapasitas yang lebih dari Gamawan Fauzi, paling tidak sama dengan beliau sehingga bisa mengimbangi dan melanjutkan program-program Kabupaten Solok yang masih terbengkalai, mungkin ini kesempatan terakhir bagi fraksi kami menyampaikan sesuatu di mimbar dewan ini, atas pengabdian beliau Gamawan Fauzi selama ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya kami haturkan terima kasih, keberhasilan itu bila dilakukan dengan ikhlas semoga akan memberatkan timbangan amal kelak di akherat, segala kekurangan kalau ada semoga menjadi pelajaran bagi pemimpin Kabupaten Solok ke depan.
Namun demikian, dikala beliau tidak lagi memimpin Kabupaten Solok ini, sebagai orang yang sudah banyak kiprahnya dan juga putra daerah Kabupaten Solok tentu punya tanggungjawab moral untuk memikirkan kemajuan-kemajuan yang harus diraih oleh daerah ini, artinya beliau tidak meninggalkan Kabupaten Solok secara moral dan pemikiran, tidak terlalu cepat bila kami mengucapkan,”Selamat jalan Gamawan Fauzi dan selamat jalan Elfi Sahlan Bent, Allah akan memberikan posisi yang terbaik kepada kita semua, dikala kita komitmen dengan nilai-nilai islam yang universal ini, dan Dia tidak akan membiarkan hamba-Nya selama masih dalam posisi muslim, dimanapun kita berkiprah adalah baik menurut ketentuan Allah, mari kita renungkan surat Al Maidah ayat 54 sebagai jaminan Allah itu,”Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya yaitu [meninggalkan nilai-nilai islam] maka Allah akan menggantikan kamu dengan kaum [generasi lain] yang lebih baik darimu, mereka yang menggantikan itu memiliki karakter yang mulia yaitu;
1. Mencintai Allah dan Allahpun cinta kepadanya.
2. Berlemah lembut kepada orang-orang beriman.
3. Bersikap tegas dengan orang-orang kafir.
4. Berjihad di jalan Allah.
5. Tidak takut dicela oleh pencela dikala menyampaikan kebenaran”.
Hadirin sidang dewan yang berbahagia,
Sejak pembahasan RAPBD yang dimulai dari pembahasan konsep RAPBD oleh panitia anggaran legislative dan eksekutif, penyampaian nota penjelasan Bupati Solok pada tanggal 31 Desember 2004, dilanjutkan dengan sidang-sidang komisi dan gabungan komisi, insya Allah pada hari ini kita akan mengakhiri permbahasn tersebut. Sebuah dinamika demokrasi yang berkembang di DPRD, dengan latar belakang dan karakter yang berbeda dari masing-masing anggota DPRD, bagaimanapun alotnya pembahasan RAPBD tersebut, hari ini sampai kita pada finalnya, setingg-tingginya pendakian, akhirnya akan menurun lagi, bagaimanapun meriahnya sebuah pesta, dia akan berakhir juga. Itulah dinamika di DPRD ini, sulit kita untuk menyatukan sebuah pendapat, dan memang kita tidak boleh seragam dalam berpendapat sebelum argumentasi dimunculkan, berarti membunuh kreativitas dan memasung apresiasi seseorang. Beda pendapat adalah wajar, karena masing-masing kita memandang dari arah yang berbeda, sama halnya dikala kita memandang sebuah patung, ada pandangan yang tidak sama, dan itu wajar.
Disaat yang mulia, Nabi Muhammad sedang menghadapi Kafir Quraisy dalam perang Badar, di depan beliau terhampar sumur Badar, dibalik sumur itu jelas nampak pasukan Quraisy. Rasul berkata,”Kita bertahan di posisi ini” sahabat bertanya,”Ya Rasulullah, ini pendapat pribadimu ataukah wahyu?”, Rasul menjawab,”Ini pendapat saya, masih adalah pendapat yang lebih baik dari ini?”, sahabat mengatakan,”Kalau posisi perang begini maka kita akan kalah, sumur Badar harus dikuasai di belakang kita, saat musuh kekurangan air, kita punya persediaan yang banyak, dan mereka akan kalah”. Rasul menerima pendapat sahabat ini dan menolak pendapat pribadinya, pendapat kami tidak mesti benar, perlu ada klarifikasi dan penjelasan dan hal itu telah dilakukan oleh Bupati yang dilanjutkan oleh media Aro Suka Pos, demikian pula sebaliknya pendapat orang lain belum tentu salah.
Yang tidak boleh ditolak ialah dikala yang disampaikan itu adalah sunnah rasul yang berasal dari wahyu Allah, pengingkaran terhadap ini berarti telah keluar daeri komitmen islam, mari kita buka kembali buku-buku yang telah ditulis oleh ulama shalih seperti Fiqih Sunnah jilid 14 bah karya DR.Syaikh Sayid Sabiq.
Hadirin sidang dewan yang berbahagia,
Melalui mekanisme yang dilakukan oleh dewan, sebagaimana ringkasan angaran pendapat dan belanja daerah Kabupaten Solok tahun anggaran 2005 yang telah disampaikan oleh tim perumus panitia anggaran diantaranya;
Pendapatan sebesar Rp. 206.537.014.305,00 yang diperoleh dari;
-Pendapatan Asli Daerah Rp. 10.775.335.805,00
-Dana Perimbangan Rp. 184.820.000.000,00
-Lain-lain Pendapatan yang sah Rp. 10.941.678.500,00
Belanja sebesar Rp. 218.110.361.788,74
Secara umum dan prinsip kami menerima RAPBD ini untuk ditetapkan menjadi APBD Kabupaten Solok tahun 2005, oleh karena telah dilakukan pembahasan panjang dan melelahkan dari panita anggaran eksekutif dan panitia anggaran legislative. Tapi aspirasi masyarakat yang datang kepada kami bertubi-tubi, saran dan kritikan yang sangat mereka harapkan dari wakil mereka di dewan ini, tidak mampu kami untuk menerima dua hal penting dalam APBD tersebut, dan harus ditangguhkan, tanpa merendahkan yang lain, kami tetap menolak anggaran pembeliah mobil komisi DPRD dan tidak setuju anggaran inventaris rumah ketua DPRD sebanyak Rp. 125 juta.
Dikala kami menolak dua hal ini, maka beban moral kami di tengah masyarakat pemilih sudah terobati, kami sudah menyuarakan aspirasi mereka, tidakkah kita hadir dikala hearing public dengan masyarakat di dewan ini selama dua hari, itu juga yang mereka suarakan,tidak ada maksud lain, sebuah dilematis memang, tapi itu sebuah realita yang kami sampaikan. Yang penting bagaimana mekanisme sidang ini berjalan dengan baik sesuai aturan.
Sedangkan dana untuk inventaris rumah jabatan Bupati dan Wakil Bupati, setelah mendapat penjelasan dari Bupati pada sidang gabungan komisi, kami dapat menerimanya, karena diperuntukkan untuk pejabat Bupati dan Wakil Bupati terpiliah Pilkada tahun ini. Demikian pula dana untuk kegiatan pesantren kilat yang dialokasikan pada pos Bagian Kesra, setelah mendapat penjelasan dari saudara Sekda di Komisi A kamipun dapat menerimanya, kami berharap hanya kepada dewan, bawasda dan masyarakat untuk sama-sama kita memantau dan mengawasi seluruh dana yang mengalir, tidak ada mark up harga, tidak ada surat yang berjalan dalam rangka komitmen kita untuk berjujur-jujur dalam mengelola pemerintahan ini, fakta integritas seharusnya menjadi kepribadian kita semua di Kabupaten Solok ini, bukan untuk segelintir orang.
Hadirin sidang dewan yang kami hormati,
Oleh karena terjadi deficit anggaran yang cukup besar pada tahun 2005 ini, maka marilah secara bersama kita memikirkan dan kita gali sumber daya yang ada pada kita, agar terjadi keseimbangan antara pendapatan dan pembelanjaan dan kembali kita optimalkan penerimaan PAD pada masing-masing dinas yang ada serta sumber-sumber pendapatan lainnya yang halal.
Maksimalkan perolehan Pendapatan Asli Daerah, tentu juga harus kita sejalankan dengan sarana dan prasarana pendukung yang lengkap,tidak mungkin rasanya kita menuntut PAD dinaikkan sementara anggaran untuk itu tidak kita penuhi.
Dilain pihak agar terpenuhinya pencapaian target dari penerimaan PAD ini tentu dituntut kesadaran masyarakat yang tinggi untuk mendukung itu semua. Kita tidak ingin lagi mendengar pembayaran PBB setiap tahunnya dibeberapa nagari ditutup dengan uang DAUN yang pada kenyataannya uang itu adalah untuk kebutuhan mereka, dan kalaupun PBB itu tidak dilunasi maka akan berpengaruh terhadap pencairan dana DAUN berikutnya. Untuk ini kami menghimbau marilah secara berangsur kita memberikan penyadaran kepada masyarakat dan selalu kita tingkatkan pelayanan yang baik kepada mereka yang tidak kalah pentingnya adalah penyediaan sarana dan prasarana pendukung untuk itu, tentu juga harus kita siapkan, sebagai contoh ada usulan dari BPKD untuk pembelian 1 unit mobil untuk operasional pemungutan PBB tentu perlu kita perhatikan agar pada tahun anggaran 2005 ini dapat direalisir.
Sidang dewan yang kami hormati,
Dari sekian banyak pendapatan, yang telah kita uraikan menjadi pembelanjaan-pembelanjaan yang diantaranya ada pembelanjaan untuk pembangunan yang juga telah kita bagi kepada pembangunan yang skala prioritas, tentu masih banyak proyek-proyek pembangunan yang menurut kita layak untuk dianggarkan, tapi oleh karena keterbatasan dana sehingga tidak semuanya bisa terakomodir maka itulah yang kita rekomendasikan untuk jadi prioritas untuk masa yang akan dating, sebagaimana rekomendasi yang telah dibacakanoleh tim perumus tadi untuk dapat menjadi perhatian kita semua.
Akhir kata dari kami Fraksi Peduli Keadilan Sejahtera, demikianlah pandangan akhir fraksi ini kami sampaikan mudah-mdahan kita bisa mengambil keputusan dan juga bisa menjalankan keputusan itu, demi kemaslahatan kita bersama, kami menyadari bahwa uraian kalimat diatas, tidak sedikit mengandung kesalahan dan kekeliruan bahkan kejanggalan, itulah keterbatasan kami, atas semua itu kami mohon maaf dan kepada Allah kami mohon ampun.
Wabillahittaufiq Walhidayah
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Aro Suka, 26 Februari 2005
Fraksi Peduli Keadilan Sejahtera
DPRD Kabupaten Solok
1. Drs. Nazar Bakri ; ketua
2. Ir. Dasufal Temra ; wakil ketua
3. Umar Ali Sinapa SmHk ; sekretaris
4. Drs. Alimus Ali ; bendahara
5. Drs. Mukhlis Denros ; anggota
6. H. Alizar Khatib Amd ; anggota
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar