Drs.St.MUKHLIS DENROS
Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Sumatera Barat
Anggota DPRD Kabupaten Solok 1999-2009
SENTUHAN DA’WAH DI MIMBAR DEWAN
Da’wah artinya ajakan kepada kebenaran sebagaimana Firman Allah dalam surat An Nahl 16:125 yang artinya,”Ajaklah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan debatlah mereka dengan cara yang baik”
Selama dalam gerakan da’wah yang saya ikuti bahwa saya ditempa memang jadi da’i dengan semboyan,”Nahnu Du’at qabla syai’” artinya saya adalah da’i sebelum jadi apa-apa. Sebelum jadi anggota dewan ataupun apa posisi jabatan yang saya sandang maka saya adalah da’i yang menyuarakan kebenaran Ilahi kepada siapapun, apalagi ketika di dewan banyak peluang bagi saya untuk menyampaikan melalui pandangan umum anggota DPRD atau pendapat akhir fraksi yang dihadiri oleh legislatif, eksekutif, yudikatif, LSM , tokoh masyarakat dan wartawan.
Saya memandang bahwa mereka yang terlibat dalam jabatan apa saja sangat minim sekali menerima informasi keislaman yang shahih apalagi tentang kondisi ummat islam dunia, peluang ini saya pakai untuk menyuarakan da’wah di mimbar dewan, beberapa kutipan pandangan umum yang saya sampaikan di mimbar dewan;
Pandangan umum Tanggal 8 Mai 2000
Alhamdulillah, segenap puja dan puji kita sanjungkan kepada-Nya Allah Swt yang telah memberikan karunia dan rahmat-Nya kepada kita sehingga kita masih mampu bekerja membina dan membangun ummat dengan sisa-sisa waktu dalam hidup kita ini , mudah-mudahan kita termasuk hamba yang bersyukur kepada-Nya. Shalawat dan salam kita sampaikan kepada teladan ummat dalam hidup ini yaitu Muhammad Saw yang telah mencontohkan segala kerjanya pada seluruh lapangan kehidupan untuk kita jadikan sebagai uswah dalam menapaki hidup ini.
Sidang dewan dan hadirin yang saya hormati,
Di belahan bumi Islam sana, masih nampak pergolakan antara yang hak dengan yang bathil antara keimanan dengan kekafiran, sejak di Palestina, Kasymir, Moro, Pattani, Checnya, Bosnia, Dagestan, Aceh, Ambon dan Maluku keseluruhan. Pergolakan ini menelan korban tak terkira jumlahnya dan sudah berlanjut sekian lama, tak jelas sampai kapan akan berakhir, tapi yang pasti kebenaran tetap akan berhadapan dengan kebathilan, keimanan akan berhadapan dengan kekafiran dan kemunafikan sampai kapanpun jua. Kita hanya berharap dan berdo’a agar mujahid-mujahid kebenaran dan pejuang-pejuan keadilan diberi keistiqomahan iman, tetap dalam semboyan hidupnya “Izkariman aumut syahidan, Hidup mulia di dunia atau mati syahid”.
Sidang dewan yang terhomat,
Belum terlambat kiranya untuk disampaikan kepada jamaah haji kita yang baru saja pulang dari tanah suci untuk menunaikan rukun islam, selamat menunaikan ibadah haji, semoga jadi haji yang mabrur, dengan kriteria; semakin banyak beribadah di tanah air, sifat-sifat negatifnya dihilangkan dan semakin banyak derma kepada masyarakat.
Demikian pula halnya dengan telah beranjak kita kepada tahun 1421 Hijriyah berarti kita mengangkat kembali konsep hijrah yang diajarkan oleh pendahulu kita yaitu shalafusshaleh, mari kita hijrahkan diri kita;
- Minal jahiliyah ilal islam, dari tatacara hidup jahiliyah kepada kehidupan yang islami.
- Minal kufur ilal iman, dari kehidupan kekafiran kepada keimanan.
- Minal syirik ilal tauhid, dari praktek hidup yang syirik kepada ketauhidan, hanya mengesakan Allah saja.
- Minal bathil ilal haq, dari kebathilan kepada kebenaran.
- Minal ma’siyat ilal thaat, dari pekerjaan yang mengandung dosa kepada ketaatan.
- Minal haram ilal halal, dari praktek hidup yang haram kepada kehidupan yang halal yang penuh berkah.
Sidang dewan yang terhormat,
Izinkan kami menyampaikan satu hal penting kepada seluruh saudara kami baik yang ada di legislatif maupun berkecimpung di eksekutif ataupun yudikatif, yang secara kebetulan mereka adalah para da’i, ustadz, ulama mungkin juga kiyai, untuk mewaspadai kehidupan ini yang penuh getah, jangan kita ibarat yang disinyalir Rasulullah saw; yang mudah luntur dan lentur idealisme perjuangannya hanya karena jabatan dan harta, jangan ibarat lilin, hangus membakar diri untuk menerangi orang lain, jangan seperti pagar makan tanaman, jadikan diri kita uswah, lanjutkan da’wah dimanapun diri kita berada, tepis anggapan yang mengatakan bahwa da’wah hanya di masjid dan surau saja, bahkan seharusnya di parlemen, di eksekutif dan di legislatif sampai kepada yudikatif, da’wah diperpanjang untuk menyelamatkan diri dari getah-getah di sekitar kita.
Pandangan Umum Tanggal 24 Oktober 2000
Sebelum kami menanggapi penyampaian nota dan penjelasan Bupati Solok tentang Ranperda diatas, ada beberapa hal penting untuk kita simak bersama baik sebagai warga negara maupun sebagai ummat islam, baik sebagai eksekutif, legislatif, yudikatif ataupun hanya insan biasa diantaranya;
Islam adalah sistim integral yang mampu membimbing ummat manusia menuju kesejahteraan lahir dan bathin, duniawi dan ukhrawi. Kesejahteraan tersebut hanya dapat diwujudkan melalui dua kemenangan, yaitu kemenangan pribadi dan kemenangan poltiik. Kemenangan pribadi diraih dengan ketaqwaan yang bersifat individu, sedangkan kemenangan politik diraih dengan ketaqwaan yang bersifat kolektif. Da’wah sistemik dan tersusun terus menerus adalah satu-satunya jalan menuju dua kemenangan tersebut.
Realitas masyarakat Indonesia saat ini menunjukkan tengah terjadi deviasi sistemik terutama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dapat dikatakan ssesmua sendi kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial maupun budaya telah dilanda deviasi yang semakin menjauhkan kehidupan bangsa Indonesia dari sendi-sendi tuntunan Ilahiyah. Akibatnya terjadilah berbagai malapetaka yang menimpa bangsa ini dalam berbagai sisi kehidupan. Diyakini sebuah bangsa akan terbebas dari segala bentuk malapetaka yang menakutkan apabila bangsa tersebut memurnikan keimanannya kepada Allah dan secara konsisten merealisasi seluruh hukum-hukumnya.
Pandangan umum tanggal 16 Nopember 2000
….Kalau tidak salah perhitungan, insya Allah pada hari senen tanggal 27 Nopember 2000 kita sebagai ummat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1421.H sebagai sarana untuk mentraining, mentarbiyah dan mentaqwim [mendidik dan membina diri] agar menjadi seorang mukmin yang berkualitas muttaqin.
Sehubungan dengan momen Ramadhan ini, kami menyarankan kepada Pemerintah Daerah agar;
1. Memasang spanduk dan pamlet disetiap yang memungkinkan sebagai sarana da’wah demi optimalnya ibadah puasa di bulan ini.
2. Menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menghormati bulan Ramadhan dengan tidak menjual makanan di siang hari, bagi yang tidak berpuasa karena uzur untuk tidak demontratif di hadapan orang yang berpuasa baik makanan, minuman ataupun merokok.
3. Memotivasi masyarakat agar semaksimal mungkin menyemarakkan Ramadhan dengan kegiatan tarawih, tilawatil qur’an, I’tikaf serta menjauhi membunyikan meriam bambu serta mercon dan sejenisnya yang membahayakan masyarakat dan lingkungan.
4. Menginstruksikan ke seluruh jajaran pendidikan sejak SD hingga SLTP dan pengurus masjid untuk mengadakan pesantren kilat dan kajian-kajian Islam dalam rangka memanfaatkan waktu serta menambah tsaqafah [wawasan] keislaman bagi anak didik dan remaja.
Semua program dan aktivitas tersebut berlansung bukan hanya di bulan Ramadhan saja tapi berkesinambungan hingga bulan Ramadhan berikutnya, karena sesungguhnya hakekat Ramadhan adalah menjauhkan diri dari hal-hal yang merusak dan membatalkan serta menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan tarbiyah [penggemblengan diri].
Pandangan umum tanggal 10 September 2001
Sebelum menanggapi tentang lima Rancangan Peraturan Daerah yang diajukan saudara Bupati, ketika kita menyimak perjalanan sejarah dalam waktu yang tidak terlalu lama, selang tiga bulan ke belakang, sejak di negara kita hingga negara luar, ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan, dan ini kewajiban kami sebagai da’i yang diamanahkan untuk hadir di lembaga dewan yang terhormat ini.
Pertama, secara internasional; ummat islam di Palestina masih dalam kondisi yang memprihatinkan, intifadhah masih berlansung, bom syahid tetap dilancarkan oleh putra-putra Palestina yang tergabung dalam gerakan HAMAS, sebagai ujud cinta kepada negaranya dan realisasi mereka yang rindu dengan syurga. Apalagi Israel merencanakan untuk menghayudikan seluruh Palestina. Israel saat ini menunjukkan usaha kerja kerasnya membangun fondasi Haikal Sulaiman di halaman Masjid Al aqsha dengan persetujuan resmi Mahkamah Agung Zionis, yang konsekwensinya Masjid Aqsha akan dihancurkan. Belakangan tentara Zionis dengan semena-mena membekukan lembaga-lembaga Palestina yang ada di Kota Quds, sementara bangsa-bangsa Barat yang mengaku sangat peduli dengan HAM ternyata hanya membisu. Mereka tidak berbuat apa-apa, bahkan terkesan mendukung kejahatan Zionis dan menuntut bangsa Palestina untuk rrela menerima realitas pahit itu. Kita mungkin bergumam ketika mendengar tentang Palestina,”ah itukan negara orang, kenapa kita ikut campur”.
Sebagai ummat islam, tragedi yang terjadi di Palestina adalah tragedi ummat islam di dunia, artinya, darah yang menggenang di bumi Palestina adalah genangan darah umat islam. Palestina adalah tanah air semua ummat islam, karena dia adalah bumi islam dan persinggahan para Nabi, juga tempat suci, yang Masjid Aqsha ada didalamnya. Dari kebiadaban mereka itulah, maka memang tidak ada kamus “damai” dengan Yahudi kecuali mereka meninggalkan Palestina keseluruhan dan otomatis tidak layak membuka hubungan diplomatik dan hubungan apapun sebagaimana yang direncanakan Abdurrahman Wahid, yang akhirnya batal karena ditentang oleh ulama-ulama yang komit dengan keislamannya, bila ini terjadi berarti pengkhianatan terhadap ummat islam. Pembantaian dan prilaku ketidakadilan yang dilakukan oleh tentara-tentara Israel ini adalah berada di belakang Amerika Serikat. Karenanya, kepada seluruh ulama, mubalighin, ninik mamak, cerdik pandai dihimbau untuk bersama-sama memerangi mereka, dan kepada pemerintah daerah kita minta untuk menekan pemerintah pusat memberikan warning dan mengutuk tindakan Israel terhadap rakyat Palestina itu.
Partai Keadilan adalah partai da’wah, komitmennya jelas, mengutuk segala bentuk kezhaliman oleh pihak manapun, lebih-lebih perlakuan Yahudi terhadap ummat islam Palestina, dan menghimbau kepada kita semuanya, terlepas dari ediologi partai yang kita perjuangkan untuk memboikot segala produk Yahudi yang berada di daerah ini sebagai jelmaan empati kita terhadap Palestina. Ingat Rasulullah pernah memberikan nasehatnya kepada kita bahwa, barangsiapa yang tidak peduli terhadap nasib umat islam lainnya, maka dia bukanlah ummatku.
Kedua, kondisi di negara kitapun masih semrawut, belum jelas titik terang penyelesaian konflik, baik di Aceh, Maluku, Ambon, Halmahera dan tempat-tempat lain yang rawan konflik, sehingga dituntut kepada Presiden baru kita yaitu Megawati Soekarno Putri untuk menunjukkan kemampuannya sebagai negarawan dengan tidak melupakan umat islam. Keruntuhan Presiden kita terdahulu karena mereka tidak memihak kepada umat Islam yang mayoritas di negara ini. Ingat, siapa saja yang menzhalimi ummat islam dengan cara apapun dan dimanapun mereka berada akan menerima akibatnya. Kita berharap persoalan dalam negara kesatuan Indonesia ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya walaupun bertahap.
Saya ingin keberanian da’wah yang saya miliki tidak surut walaupun berhadapan dengan para pejabat lain di Kabupaten Solok, karena ini sebuah kebenaran yang harus disampaikan. Sentuhan da’wah dalam penyampaian pandangan umum atau pendapat akhir fraksi selalu saya selipkan terlepas ada yang senang atau tidak sehingga mimbar dewan penuh dengan kesejukan dengan nilai-nilai Ilahiyah tidak seram dan menakutkan.
Adalah Mukhlis Listo, BA, anggota DPRD dari Golkar, setiap selesai saya menyampaikan pandangan umum, dia selalu meminta foto kopi dengan ungkapan,”Saya suka dengan da’wah dan sentuhan da’wah yang disampaikan oleh anggota PK”, demikian pula para wartawan berharap ada bahan untuk mereka ekspos.
Yang jelas ketika hal itu saya suarakan di mimbar dewan tidak ada interupsi atau sanggahan dari anggota dewan lain atau dari pihak eksekutif, bahkan kepala kantor Departemen Agama Kabupaten Solok ketika itu Drs. Japeri Jarab setelah saya menyampaikan pandangan umum, dia salami dan berkata,”Seimbang dengan penyampaian Bupati”.
Windel Veradiat SH salah seorang karyawan di Sekretariat DPRD di bagian persidangan disuatu kesempatan mengatakan,”Sebagai upaya untuk menyampaikan dan menyuarakan kebenaran di forum dewan yang dilakukan oleh pak Mukhlis lebih dari cukup, dan semua pandangan umum dan pendapat fraksi yang beliau konsep selalu sarat dengan pesan-pesan agama, tinggal lagi bagaimana kita yang mendengar mengamalkannya,” hal itu disampaikan dalam ruang kerjanya yang dihadiri oleh Suwartoni dan Dasril selaku wartawan Harian Semangat dan Tabloid Zaman.
Undang-undang dan tata tertibpun mengatur bahwa anggota dewan bebas mengekspresikan dan mengimpropisasikan suara kebenaran di mimbar dewan yang tidak dapat dituntut oleh hukum, walaupun kekebalan ini yang dimiliki oleh anggota dewan, maka diapun tidak boleh menunjukkan kearogansiannya dengan tidak mengindahkan norma dan etika, sebab bagaimanapun benar yang kita sampaikan tapi tidak disampaikan dengan cara yang benar maka akan menimbulkan kebencian, apalagi yang tidak benar lalu disampaikan dengan tidak benar tentu akan dicibirkan orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar