Drs.St.MUKHLIS DENROS
Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Sumatera Barat
Anggota DPRD Kabupaten Solok 1999-2009
PENJARINGAN BUPATI SOLOK
Masa
kepemimpinan Bupati Solok Gamawan Fauzi berakhir tahun 2000, berarti suksesi
harus berjalan sesuai mekanisme yang pemilihan Bupati dipilih oleh anggota DPRD
yang diusulkan oleh fraksi-fraksi, semua ada peluang untuk itu tidak menutup
kemungkinan Gamawan Fauzi untuk kedua kalinya, sebagaimana yang dimuat oleh
Harian Mimbar Minang, 8 Juni 2000
“Majunya Gamawan Fauzi untuk Pemilihan Bupati
Solok periode 2000-2005 mendapat sambutan dari masyarakat Sungai Pagu. Sejak
jauh hari unsur ninik mamak telah sepakat akan mendukung putra Alahan Panjang
tersebut. “Untuk menyalurkan aspirasi dari unsur ninik mamak hanya tinggal
memasukkan ke fraksi-fraksi”, ujar Syukrial Syukur Dt. Majo Basa, tokoh
masyarakat Sungai Pagu kepada Mimbar Minang, kemarin.
….Gamawan Fauzi memang
jadi rebutan. Tidak kurang dari 4 nama kini mengincar jabatan wakil
bupati [wabub] untuk mendampingi Gamawan Fauzi sebagai orang pertama.
Diantaranya Gusmal,SE, Drs. Aliman
Salim, Drs. Nasli Nalir dan Drs. Afrizal Thaib. Diluar itu masih ada beberapa
nama beredar, misalnya Drs. Asril Das, seorang pengusaha penerbitan yang
terbilang sukses. Asril kini berdomisili di Bandung.
Tetapi di Golkar sendiri belum ada kata putus siapa-siapa
yang akan dicalonkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati. Kata seorang pengurus
partai ini pendirian Golkar masih akan dibicarakan lagi pada pertemuan yang
dijadwalkan tanggal 13 Juni 2000 mendatang.
Sementara ketua DPD Partai Bulan Bintang, Drs.Khairul
Khatib mengatakan bahwa partainya juga akan mengusulkan calon. Begitu pula
dikatakan oleh ketua DPD Partai Keadilan Drs.Mukhlis Denros,”Kami juga akan
mengusulkan calon”, ujar Denros yang juga sekretaris Fraksi Kesatuan tempat
tujuh partai kecil bergabung…..”
Salah satu agenda penyaringan dan penjaringan calon
Bupati Solok periode tahun 2000-2005 ini adalah penyampaian visi dan misi dari
kandidat untuk meyakinkan anggota DPRD yang akan memilihnya, hal ini dilaporkan
oleh Harian Singgalang Rabu, tanggal 28Juni 2000;
“Penyampaian visi dan misi Balonbub/wabub Solok periode
2000-2005 hari kedua, Selasa 27/6, berjalan sejuk. Namun demikian bukan berarti
agenda persentasi pemikiran balon Bupati / Wakil Bupati Solok dihadapan anggota
DPRD setempat tanpa greget. Terbukti
konsep pembangunan yang “dijual” Drs. Chairul Umaya, balon bupati yang
berpasangan dengan Ir.Zulfadly Syarif ini terkesan muluk-muluk, sehingga ketika
bermunculan pertanyaan dari anggota DPRD setempat, Drs.Khairul Umaya mengaku
optimis membawa daerah Kabupaten Solok dikenal di tingkat nasional maupun
mancanegara.
….Sementara St. Mukhlis Denros dari Fraksi Kesatuan
justru menekankan pertanyaannya pada bidang keagamaan. Anggota dewan yang
sering menulis soal agama Islam ini menanyakan ukuran peningkatan keimanan
masyarakat Kabupaten Solok. Apakah mungkin dengan banyaknya mesjid atau
banyaknya jumlah jamaah haji dapat dijadikan ukuran meningkatnya iman dan taqwa
seseorang.
Disini ada lagi peluang da’wah yang harus disampaikan
untuk seluruh anggota DPRD dan eksekutif termasuk para calon bupati kedepan,
agar yang memimpin Kabupaten Solok ke depan memang seorang pemimpin yang mampu
membawa Solok kepada kesejahteraan.
Melalui Fraksi Kesatuan, saya menyuarakan kriteria seorang pemimpin yang
harus dipilih;
Sidang dewan yang mulia,
Sejak
tanggal 3 Juni 2000 adalah masa penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati
Solok untuk lima tahun kedepan. Harapan kita semua semoga proses ini aman,
tertib dan bersih dari segala praktek-praktek yang tidak islami yang dikenal
dengan Money Politic. Kita mendambakan pemimpin yang mampu memberi kemajuan
dalam berbagai asfek positif bagi masyarakat
Kabupaten Solok, semua kita adalah pemimpin sesuai dengan level masing-masing.
Seorang
pemimpin di level manapun, bila telah
berani untuk melanggar syari’at dan aturan Allah, tentu tidak segan-segan untuk
mendobrak aturan manusia, seorang pemimpin yang sudah berani untuk mengicuh
Allah, apalagi untuk membohongi rakyatnya, seorang pemimpin yang mengawali proses pemilihan dirinya menjadi seorang
pemimpin dengan praktek yang kotor, kelak kalau dia terpilih dan berkuasa di
Kabupaten Solok kedepan. Tidak ada beda dengan yang lain, indah lahirnya tapi
hancur zhahirnya, sebuah fatamorgana.
Suatu
ketika Khalifah Umar bin Khattab kedatangan seorang tamu bernama Tartar Annahar
dari sebuah kerajaan tetangga, kunjungan raja tersebut meninggalkan sebuah
kalung emas yang diberikan kepada isterinya, dengan senang hati sang isteri
menerima bingkisan. Umar mengatakan bahwa hadiah tersebut harus dimasukkan ke
dalam kas negara, sang isteri khalifah protes bahwa hadiah itu bukan untuk
negara tapi hadiah untuknya. Dengan arif Umar bin Khattab berkata,”Betapa
banyak wanita di Madinah ini, kenapa hanya engkau yang mendapatkan hadiah,
kenapa mereka tidak. Sebab aku adalah khalifah diperiode ini, bila aku tidak
jadi khalifah siapa yang akan memberimu, ingat!”, kata Umar,”segala sesuatu
yang berkaitan dengan jabatan, itu adalah money politic”.
Pada
tanggal 24 Juni 2000 Fraksi Kesatuan tampil lagi menyampaikan usulan Fraksi
Kesatuan tentang pasangan balon bupati
dan wakil bupati Kabupaten Solok masa bakti tahun 2000-2005 yang saya konsep
rapi dan dibacakan oleh Drs. Khairul
Khatib ;
“Sejak
hari Sabtu tanggal 3 Juni 2000 sampai hari Rabu tanggal 21 Juni 2000 kita telah melaksanakan penjaringan bakal calon
Bupati dan Wakil Bupati periode 2000-2005 yang
telah berjalan dengan baik, semua aspirasi dari masyarakat baik melalui
lembaga LSM, pribadi atau tokoh-tokoh masyarakat semuanya mendambakan kehadiran
seorang pemimpin di Kabupaten Solok ini adalah figur yang dapat menjadikan Solok sebagai Kabupaten terbaik
dari yang baik untuk lima tahun ke depan.
Dari
usulan dan aspirasi yang masuk ke Fraksi
Kesatuan sejak dibukanya kran penjaringan maka dapat kami sebutkan, aspirasi
masyarakat untuk bakal calon bupati sebagai 121 orang. Ini sebuah indikasi
adanya kader-kader daerah kita yang siap untuk memberikan kontribusi terbaik
bagi Kabupaten Solok melalui pengabdian selama 5 tahun mendatang. Sebuah
indikasi pula bahwa mereka tidak ambisius untuk jadi orang pertama tapi cukup
nomor dua saja terbukti dengan banyaknya aspirasi untuk bakal calon wakil
bupati daripada bakal calon bupati. Semua aspirsi tersebut kami hargai dan kami
ucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Solok yang sangat rresfon
menanggapi perkembangan politik di daerah ini.
Sesuai
dengan UU nomor 22 tahun 1999 pasal 36 ayat 1 dan 2 menyebutkan;
1. Setiap fraksi
melakukan kegiatan penyaringan pasangan bakal calon sesuai
dengan
syarat yang ditetapkan dalam pasal 33.
2. Setiap fraksi
menetapkan pasangan bakal calon kepada daerah dan bakal calon wakil kepala daerah dan menyampaikannya dalam
rapat paripurna kepada pimpinan DPRD.
….berdasarkan rapat Fraksi Kesatuan pada tanggal 22 Juni
2000 jam 20.40 yang dilanjutkan dengan rapat berikutnya pada tanggal 23 Juni
2000, rapat ini berjalan alot dan
tegang, maka akhirnyaq setelah berikhtiar dan berdo’a kepada Allah kemudian
kami bertawakkal kepada-Nya maka muncullah tiga pasang calon Bupati dan Calon
Wakil Bupati untuk periode 2000-2005, sebelum kami sebutkan siapa tokoh-tokoh
yang akan muncul dari Fraksi Kesatuan ada baiknya kami sampaikan beberapa hal;
Pertama,
ketika Abu Bakar As Siddiq diangkat
sebagai Khalifah dia berkata,”Hai manusia, sesungguhnya aku telah ditunjuk
untuk menjadi pemimpin kalian; saya bukanlah yang terbaik dari kalian, bila
saya berbuat baik bantulah saya, bila saya benar maka belalah saya, kejujuran
itu amanah Allah, curang itu khianat kepada Allah, yang lemah diantara kalian
jadi kuat disisiku, sehingga saya berikan haknya, dan yang kuat diantara kalian
adalah menjadi lemah disisiku, sehingga saya mengambil haknya, insya Allah,
janganlah salah seorang diantara kalian meninggalkan jihad, karena bila
ditinggalkan oleh suatu kaum maka Allah akan menimpa mereka dengan kehinaan,
taatlah kepada saya selama saya masih taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan bila
saya menentang Allah dan Rasul-Nya maka tidak wajib kalian mentaatiku”.
Kedua,
ketika Abu Dzar Al Ghifari berkata kepada Rasulullah,”Kenapa sahabat lain
engkau beri kekuasaan dan jabatan sedang aku tidak”, maka Rasulullah saw
menjawab,”Hai Abu Dzar, jabatan itu adalah sebuah amanah bukan hadiah, dia
boleh dipegang oleh orang-orang yang sanggup menunaikan amanah sedangkan engaku
sangat lemah sekali dalam kepemimpinan, jangan sekali-kali kamu meminta
jabatan, sungguh dia akan memberatkanmu, tapi bila jabatan igtu diberikan
kepadamu ambillah dan akan banyak orang
membantumu”.
Ketiga,
Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh Bukhari dan
Muslim,:Tidak seorangpun yang dipercaya oleh Allah untuk mengurusi rakyat, lalu
ia mati dalam keadaan menyiksa rakyatnya, melainkan Allah haramkan syurga baginya”.
Keempat,
Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 26-27 yang artinya,”Katakanlah,
wahai Allah yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada siapa yang
Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki,
Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang
Engkau kehendaki. Ditangan Engkaulah segala kebajikan, sesungguhnya Engkau Maha
Kuasa atas segala sesuatu”.
Setelah
berikhtiar dan bertawakkal kepada Allah swt dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirahim”
maka tiga pasang bakal calon Bupati dan
Wakil Bupati dari Fraksi Kesatuan adalah;
1. Ir. Afdhal Jaya Putra
Tamsin, MS berpasangan dengan IR.Zulfadly Syarif, MP
2. H. Gamawan Fauzi SH
berpasangan dengan DR.Elfi Sahlan Ben, Apt
3. Drs.H.Jachfidar Jacop
SH berpasangan dengan Drs.H.Emsofi Nurdin.
Berkat dukungan Forum Ukhuwah dengan anggota TNI/Polri di
DPRD Kabupaten Solok dengan komitmen untuk memajukan ummat Islam di Kabupaten
Solok, akhirnya Gamawan Fauzi terpilih kembali sebagai Bupati Solok untuk
periode kedua 2000-2005. Pilihan Forum Ukhuwah kepada Gamawan Fauzi tidak ada maksud lain apalagi money politic, tapi dengan suasana ini membuat
teman-teman dewan berceloteh sambil bergurau setelah satu tahun Gamawan jadi
Bupati tapi tidak ada ucapan terima kasih sedikitpun apalagi bantuan uang,
mereka mengatakan,”Ini gara-gara pak Mukhlis yang mendukung Gamawan apa yang
kita dapat, lihat pemilihan Bupati di daerah lain, masing-masing dewan mendapat
jutaan rupiah, ini apa, ucapan terima
kasihpun tidak”. Saya hanya menjawab, “ini sudah komitmen kita bersama untuk
memilih Bupati yang terbersih di Sumatera Barat, tanpa politic uang”.
Dalam sebuah kunjungan saya ke rumah Bupati Gamawan Fauzi, beliau menyatakan sikap
simpatik kepada anggota dewan yang mendukungnya, bahkan dalam pertemuan dengan
MUI Kabupaten Solok beliaupun menyatakan,”Saya dipilih DPRD sebagai Bupati
Solok yang kedua kalinya ini tidak ada sogok-menyogok, bersih, kalau MUI tidak
percaya tanyakan sama Bapak Mukhlis Denros dan Bapak Khairul Khatib, yang
beliau hadir pada pertemuan MUI hari ini”.
Gamawan Fauzipun mengatakan bahwa sebuah penelitian yang dilakukan oleh sebuah
LSM yang diungkapkan oleh Teten Masduki bahwa dalam pemilihan kepala daerah di
seluruh Indonesia hanya tiga Kabupaten yang bersih pelaksanaannya, dua di pulau Jawa dan satu di Sumatera, di
Sumatera yaitu Kabupaten Solok dengan Bupatinya Gamawan Fauzi”.
Walaupun Gamawan Fauzi termasuk pilihan Partai Keadilan
dalam Fraksii Kesatuan sebagai Bupati Solok, tapi sikap kritis atas
kebijakannya selalu saya sampaikan dengan cara saya sendiri, bahkan Drs. Sa’aduddin ketua DPRD tiga kali
menyatakan kepada saya,”Bupati sangat marah sama ustadz yang selalu
mengkritisinya, bahkan dia bilang, sok pintar sendiri, sok islami dan
lain-lain”, dalam kesempatan lain saya sengaja menemui Gamawan Fauzi ketika itu
hadir dalam sebuah acara di gedung Solok nan Indah Koto Baru, saya menanyakan
kepada dia,”Sudah tiga kali ketua DPRD bilang sama saya bahwa pak Bupati marah
sama saya, apa yang bapak marahkan, kalau
saya selalu mengkritisi kebijakan bapak itu sudah kewajiban saya sebagai
anggota DPRD”, dia jawab,”Tidak pak Mukhlis, saya tidak marah sama siapapun,
segala kegiatan di dewan habis di dewan, diluar tidak ada lagi, kita teman”.
Di akhir jabatannyapun Gamawan Fauzi sangat marah sekali kepada saya ketika saya
mengkritisi Patung Ayam yang dia bangun di Aro Suka sebagai simbul Kabupaten
Solok, kritikan ini ketika saya duduk di DPRD
pada periode 2004-2009 ketika itu PKS mendapat empat kursi dengan
anggota Drs.Mukhlis Denros, Drs.Nazar
Bakri, Ir.Dasufal Temra dan H.Alizar Khatib.
Kini
Gamawan Fauzi sudah jadi Gubernur Sumatera Barat untuk periode 2006-2011 atas
dukungan PDIP dan PBB, biasanya waktu jadi Bupati Solok SMS saja yang saya
sampaikan lansung dia jawab, tapi sekarang
karena sudah jadi Gubernur tentu dia lebih enak dan aman serta tentu
tidak akan mendengarkan lagi kritikan dari Mukhlis Denros, juga dia sudah lupa
dan itu manusiawi apalagi karena
sibuknya sebagai Gubernur, mudah-mudahan dia tetap dalam lindungan Allah. [Ketika blog ini diposkan, Gamawan Fauzi sebagai Menteri Dalam Negeri dari Partai Demokrat].
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar