Drs.St.MUKHLIS DENROS
Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Sumatera Barat
Anggota DPRD Kabupaten Solok 1999-2009
FORUM UKHUWAH
DPRD KABUPATEN SOLOK
Issu ABG yaitu Asal Bukan Golkar membuat partai – partai Islam dan partai kecil di DPRD Kabupaten Solok bergabung dalam Forum
Ukhuwah. Kerja besar ini sukses mendudukkan Drs. Saaduddin [PPP] sebagai ketua
DPRD yang didampingi oleh para wakil yaitu Drs. Afrizal Thaib [PAN], Martius
Dt. Basa [Partai Masyumi Baru] dan
Saltono [TNI] dengan mengabaikan Golkar, padahal merekalah yang memperoleh
kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Solok, bahkan Forum Ukhuwah sepakat mendukung
dan menjadikan Gamawan Fauzi SH sebagai Bupati Solok untuk yang kedua kalinya.
Forum ini awalnya
hanya melibatkan anggota DPRD Kabupaten Solok saja hingga terpilihnya Gamawan
Fauzi sebagi bupati, ketua Forum Ukhuwah Drs. Yoesri Djalius MM sedangkan sekretaris Drs.Mukhlis Denros,
kemudian disepakati agar anggota Forum dari luar DPRD yang mereka memang orang parpol yang tergabung dalam FU ini, sehingga
dibentuklah pengurus Baru sebagaimana yang diberitakan dibawah ini.
Harian
Singgalang, Rabu tanggal 22 Maret 2000 memuat terbentuknya Forum ini dengan
judul “Delapan Parpol Bentuk Forum Ukhuwah di Solok”
“Delapan
partai politik di Kabupaten Solok sepakat membentuk koordinasi Forum Ukhuwah
[FU], minggu 19/3. Kedelapan parpol itu adalah PPP, PKB, PBB, PAN, PMB, PP, PK
dan PKP. Musyawarah yang dihadiri para ketua dan sekretaris parpol itu setuju
FU tersebut diketui Drs. Eri Rai dari PAN, sementara sekretaris dipercayakan
kepada Suhan Rizal, kader PPP.
Sejalan
dengan pembentukan koordinasi FU itu, mereka juga menandatangani kesepakatan
terhadap rencana kepindahan ibu kota Kabupaten dari Koto Baru ke Kayu
Aro,”Rencana relokasi tersebut cukup mendesak, mengingat kantor Bupati di Koto
Baru [lama] tidak mungkin lagi dikembangkan”, ujar Eri Rai kepada Singgalang,
Senin 20/3 , demikian pula dalam Harian Mimbar
Minang, Rabu, 22 Maret 2000 FU mendukung kembali ibu kota Kabupaten
solok pindah ke Sukarami.
Dalam
kesempatan dan momen yang tepat maka FU
ukhuwah menyuarakan keinginannya termasuk menentang Amerika Serikat, sebagaimana Harian Padang Ekspres, jum’at
tanggal 19 Oktober 2001 berkomentar “Forum Ukhuwah DPRD Solok Kutuk Serangan
AS”
“Sembilan
partai yang tergabung dalam Forum
Ukhuwah Kabupaten Solok , dikoordinir ketua DPRD Kabupaten Solok
Drs.H.Sa’aduddin Ch Bgd, secara tegas mengutuk serangan biadab Amerika Serikat
[AS] atas Afghanistan. Arogansi negara adidaya ini juga dinilai telah menciptakan musibah terbesar
bagi ummat islam dunia. Karena itu, pemerintah RI harus bersikap tegas atas
tindakan brutal pemusnahan umat dari jagad raya ini,”Sebetulnya, pernyataan
Megawati dalam peringatan Isra’ Mi’raj itu sudah merupakan sinyal bagi
pemerintah. Tunggu apalagi, segera formalkan,”Ujar anggota Forum Ukhuwah dari
Partai Keadilan, Drs.Mukhlis Denros dalam pernyataan resminya di hadapan
sejumlah wartawan Solok, di ruang kerja ketua DPRD Kabupaten Asolok, Kamis
siang 18/10.
Yang
namanya organisasi politik tentu tidak bisa dijamin kelanggengannya sebagaimana
Forum Ukhuwah juga demikian sehingga FU mengalami keretakan dan terancam bubar
sebagaimana yang disinyalir oleh Harian Padang Ekspres, Selasa, 2 Mai 2000;
“Forum
Ukhuwah [FU] yang diwaliki beberapa fraksi di DPRD Kabupaten Solok belakangan
menjelang proses pemilihan Bupati Kabupaten Solok 2000-2005 dinilai tidak
solid. Sas – sus yang beredar menyebutkan, forum yang terdiri dari 9 parpol
islam ini pecah. Tidak diketahui, apa yang menjadi penyebabnya. Namun sumber di
lingkungan DPRD Kabupaten Solok memperkirakan perpecahan itu sudah merupakan
warisan TK I Sumbar saat pemilihan Gubernur Sumbar 2000-2005 beberapa waktu
lalu.
Tanggapan
Ketua Fraksi Kesatuan dari Partai
Keadilan [PK] yang juga anggota FU, Drs. Mukhlis Denros, ketika dikonfirmasi
Padang Ekspres senin 1/5 di kantornya, meskipun tidak tegas namun menyiratkan
kearah itu.
“Forum
Ukhuwah, seharusnya pendekatan dari hati ke hati. Namun, justru kenyataannya
jauh bertolak belakang. Apa mungkin bisa disatukan, jika pendekatannya secara
kepartaian”, jelas Mukhlis denros yang
juga disebut maju dalam pemilihan bupati Solok saat ini.
Karena
itu lanjutnya, dia tidak berharap banyak dari FU. Sebaliknya, dia akan lebih
berpegang teguh pada partai dan fraksinya. Kalaupun nanti FU akan menciptakan
semacam komitmen, sikap dan tindakan yang diberikannya akan sehati-hati
mungkin. Namun demikian, Mukhlis tidak
sampai mengatakan kalau dia tidak begitu yakin dengan hal itu.
Beberapa
peminat dan tim sukses Bupati Solok sejak
dini telah wanti-wanti dengan kondisi tidak kondusif pada FU Kabupaten
Solok. Mereka malah ragu untuk berspekulasi sekalipun, mengenai sejauh mana
kepastian suara yang bisa dirangkul dari FU. Diramalkan, FU hanya bakal
dimanfaatkan oleh beberapa parpol besar di dalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar