Kamis, 24 Oktober 2013

43. Forum Ukhuwah DPRD Kab.Solok







Drs.St.MUKHLIS DENROS
Ketua Yayasan Garda Anak Nagari Sumatera Barat
Anggota DPRD Kabupaten Solok 1999-2009





FORUM  UKHUWAH
DPRD KABUPATEN SOLOK

            Issu ABG yaitu Asal Bukan Golkar membuat  partai – partai Islam dan partai kecil  di DPRD Kabupaten Solok bergabung dalam Forum Ukhuwah. Kerja besar ini sukses mendudukkan Drs. Saaduddin [PPP] sebagai ketua DPRD yang didampingi oleh para wakil yaitu Drs. Afrizal Thaib [PAN], Martius Dt. Basa  [Partai Masyumi Baru] dan Saltono [TNI] dengan mengabaikan Golkar, padahal merekalah yang memperoleh kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Solok, bahkan Forum Ukhuwah sepakat mendukung dan menjadikan Gamawan Fauzi SH sebagai Bupati Solok untuk yang kedua kalinya.

            Forum ini awalnya hanya melibatkan anggota DPRD Kabupaten Solok saja hingga terpilihnya Gamawan Fauzi sebagi bupati, ketua Forum Ukhuwah Drs. Yoesri Djalius MM  sedangkan sekretaris Drs.Mukhlis Denros, kemudian disepakati agar anggota Forum dari luar  DPRD yang mereka memang orang  parpol yang tergabung dalam FU ini, sehingga dibentuklah pengurus Baru sebagaimana yang diberitakan dibawah ini.

Harian Singgalang, Rabu tanggal 22 Maret 2000 memuat terbentuknya Forum ini dengan judul “Delapan Parpol Bentuk Forum Ukhuwah di Solok”

“Delapan partai politik di Kabupaten Solok sepakat membentuk koordinasi Forum Ukhuwah [FU], minggu 19/3. Kedelapan parpol itu adalah PPP, PKB, PBB, PAN, PMB, PP, PK dan PKP. Musyawarah yang dihadiri para ketua dan sekretaris parpol itu setuju FU tersebut diketui Drs. Eri Rai dari PAN, sementara sekretaris dipercayakan kepada Suhan Rizal, kader PPP.

Sejalan dengan pembentukan koordinasi FU itu, mereka juga menandatangani kesepakatan terhadap rencana kepindahan ibu kota Kabupaten dari Koto Baru ke Kayu Aro,”Rencana relokasi tersebut cukup mendesak, mengingat kantor Bupati di Koto Baru [lama] tidak mungkin lagi dikembangkan”, ujar Eri Rai kepada Singgalang, Senin 20/3 , demikian pula dalam Harian Mimbar  Minang, Rabu, 22 Maret 2000 FU mendukung kembali ibu kota Kabupaten solok pindah ke Sukarami.  



Dalam kesempatan dan momen yang  tepat maka FU ukhuwah menyuarakan keinginannya termasuk menentang Amerika Serikat,  sebagaimana Harian Padang Ekspres, jum’at tanggal 19 Oktober 2001 berkomentar “Forum Ukhuwah DPRD Solok Kutuk Serangan AS”

“Sembilan partai yang  tergabung dalam Forum Ukhuwah Kabupaten Solok , dikoordinir ketua DPRD Kabupaten Solok Drs.H.Sa’aduddin Ch Bgd, secara tegas mengutuk serangan biadab Amerika Serikat [AS] atas Afghanistan. Arogansi negara adidaya ini juga  dinilai telah menciptakan musibah terbesar bagi ummat islam dunia. Karena itu, pemerintah RI harus bersikap tegas atas tindakan brutal pemusnahan umat dari jagad raya ini,”Sebetulnya, pernyataan Megawati dalam peringatan Isra’ Mi’raj itu sudah merupakan sinyal bagi pemerintah. Tunggu apalagi, segera formalkan,”Ujar anggota Forum Ukhuwah dari Partai Keadilan, Drs.Mukhlis Denros dalam pernyataan resminya di hadapan sejumlah wartawan Solok, di ruang kerja ketua DPRD Kabupaten Asolok, Kamis siang 18/10.

Yang namanya organisasi politik tentu tidak bisa dijamin kelanggengannya sebagaimana Forum Ukhuwah juga demikian sehingga FU mengalami keretakan dan terancam bubar sebagaimana yang disinyalir oleh Harian Padang Ekspres, Selasa, 2 Mai 2000;

“Forum Ukhuwah [FU] yang diwaliki beberapa fraksi di DPRD Kabupaten Solok belakangan menjelang proses pemilihan Bupati Kabupaten Solok 2000-2005 dinilai tidak solid. Sas – sus yang beredar menyebutkan, forum yang terdiri dari 9 parpol islam ini pecah. Tidak diketahui, apa yang menjadi penyebabnya. Namun sumber di lingkungan DPRD Kabupaten Solok memperkirakan perpecahan itu sudah merupakan warisan TK I Sumbar saat pemilihan Gubernur Sumbar 2000-2005 beberapa waktu lalu.

Tanggapan Ketua Fraksi Kesatuan dari  Partai Keadilan [PK] yang juga anggota FU, Drs. Mukhlis Denros, ketika dikonfirmasi Padang Ekspres senin 1/5 di kantornya, meskipun tidak tegas namun menyiratkan kearah itu.

“Forum Ukhuwah, seharusnya pendekatan dari hati ke hati. Namun, justru kenyataannya jauh bertolak belakang. Apa mungkin bisa disatukan, jika pendekatannya secara kepartaian”, jelas  Mukhlis denros yang juga disebut maju dalam pemilihan bupati Solok saat ini.

Karena itu lanjutnya, dia tidak berharap banyak dari FU. Sebaliknya, dia akan lebih berpegang teguh pada partai dan fraksinya. Kalaupun nanti FU akan menciptakan semacam komitmen, sikap dan tindakan yang diberikannya akan sehati-hati mungkin. Namun demikian, Mukhlis  tidak sampai mengatakan kalau dia tidak begitu yakin dengan hal itu.

Beberapa peminat  dan tim sukses Bupati  Solok sejak  dini telah wanti-wanti dengan kondisi tidak kondusif pada FU Kabupaten Solok. Mereka malah ragu untuk berspekulasi sekalipun, mengenai sejauh mana kepastian suara yang bisa dirangkul dari FU. Diramalkan, FU hanya bakal dimanfaatkan oleh beberapa parpol besar di dalamnya.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar