Selasa, 17 Juli 2012

11. Pandangan Umum RAPBDP 2005


PANDANGAN UMUM ANGGOTA FRAKSI
DPRD KABUPATEN SOLOK
TERHADAP
PIDATO BUPATI SOLOK TENTANG NOTA KEUANGAN
RANCANGAN PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN
DAN BELANJA DAERAH [RAPBD] KABUPATEN SOLOK TAHUN 2006

Dibacakan oleh Drs. MUKHLIS DENROS
FRAKSI KEADILAN SEJAHTERA

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang saya hormati,
- Saudara Bupati dan Wakil Bupati Solok
- Saudara Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Solok
- Saudara Muspida, Ketua Pengadilan Negeri Koto Baru
dan Ketua Pengadilan Agama Koto Baru,
- Saudara Sekda dan Jajaran Eksekutif
- Saudara Pimpinan Ormas, Orpol dan Para Wartawan
- Hadirin sidang dewan yang berbahagia.

Alhamdulillah, segenap puja dan puji kita sanjungkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mencabut kekuasaan itu dari siapa yang dikehendaki-Nya. Yang memberikan kemuliaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan menghinakan siapa saja yang dikehendaki-Nya.
Shawalat dan salam ditujukan kepada junjungan kita Nabi yang mulia, Nabi Muhammad SAW yang kita jadikan sebagai qudwah [pemimpin] dan uswah [teladan] dalam kehidupan sehari-hari, pada sahabat, keluarga beliau dengan tidak melupakan jasa para syuhada yang telah mengorbankan seluruh potensi hidupnya untuk tegakna kalimat Allah di muka bumi ini.

Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada saudara pimpinan yang telah memberikan waktu dan tempat kepada saya untuk menyampaikan pandangan umum anggota fraksi DPRD dalam rangka menanggapi pidato Bupati Solok tentang Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah [APBD] Kabupaten Solok tahun 2005 pada hari Senen tanggal 14 September 2005.

Hadirin sidang dewan yang saya hormati,
Sebagaimana yang disampaikan oleh saudalra Bupati dalam pidato beliau tentang keberhasila Kabupaten Solok melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dalam masa jabatan 2005-2010 pada tanggal 27 Juni 2005 yang lalu. Allah mentakdirkan H.Gusmal SE,MM dan Drs.Desra Ediwan Anantanur sebagai Bupati dan Wakil Bupati Solok menyisihkan kandidat lain. Walaupun demikian saudara Bupati dan Wakil Bupati terpilih ini adalah Bupati dan Wakil Bupati, milik semua masyarakat yang memilih ataupun yang tidak memilih, milik semua parpol yang mencalonkan ataupun yang tidak mencalonkan, bukan milik satu partai dan tidak pula milik satu golongan saja, sehingga tidak ada korban politik setelah Pilkada ini, dengan arif harus memperhatikan aspirasi seluruh masyarakat Kabupaten Solok, tanpa membedakan masyarakat satu dengan lainnya, walaupun sebenarnya memperjuangkan aspirasi tersebut sangatlah sulitnya, sebagaimana sebuah ilustrasi yang saya sampaikan pada kesempatan ini;


Seorang Pangeran di sebuah negeri sedang menuju ke rumah penasehat istana untuk minta pelajaran. Beberapa bulan lagi sang raja akan menobatknnya sebagai raja baru di negeri yang subut dan makmur itu. Karena itulah, sang pangeran berharap agar penasehat istana bisa memberikan bekal yang berharga.

“Guru, beri aku pelajaran agar tidak mengecewakan ayah dan penduduk negeri ini”, ucap sang pangeran sambil memberi hormat kepada penasehat istana. Wajah tua yang disebut guru oleh pangeran tampak berseri. Sambil tersenyum lembut, kepalanya mengangguk pelan,”Anakku, pergilah ke hutan sebelah Timur kerajaan ini. Tinggallah disana beberapa hari. Perhatikan dan dengarkan baik-baik suara-suara disana. Setelah kau tangkap semua suara itu, kembalilah kesini. Ceritakan semuanya padaku” tutur kata bijak sang guru penuh wibawa,”Baik guru!” ucap pangeran seketika.

Tiga hari sudah sang pangeran di hutan itu. Tapi tak satupun suara yang dia tangkap kecuali kicauan burung di siang hari, dan derik jengkerik disaat malam. Tak ada yang bisa difahami selain suasana hutan seperti biasa. “Ah, apa pesannya kurang jelas”, bisik batin pangeran agak ragu. Ia pun memutuskan untuk kembali ke penasehat istana.

“Anakku, tiga hari belum cukup untuk menangkap suara-suara itu. Tinggallah disana satu hingga tiga bulan. Gugurkan egomu, kikis semua nafsu berkuasamu, satukan dirimu bersama alam. Saat itu, suara-suara itu akan kau tangkap dengan begitu jelas”, ucap sang guru ketika sang pangeran tiba di rumahnya.

Kali ini, sang pangeran lebih siap. Ia fahami semua nasehat gurunya. Hari demi hari ia salami semua dinamika yang terjadi di hutan. Mulai dari tiupan angin lembut hingga yang dingin menusuk tulang. Gemericik aliran air jernih ketika berbenturan dengan batu-batu sungai. Siulan burung yang bersahut-sahutan menyambung padi. Serta dengang lagu kumbang-kumbang menyambut malam.

“Guru, kini aku faham maksudmu. Aku telah menangkap suara-suara itu, ya rangkaian aspirasi keseimbangan alam di sekelilingku. Kalau aku mampu menangkap suara-suara mereka yang tampak bisu. Mestinya aku lebih mampu menangkap aspirasi rakyatku”, ucap batin sang pangeran sesaat kemudian.

Hadirin sidang dewan yang kami hormati,
Hidup adalah mengisi segala bentuk posisi yang telah disediakan Allah. Dan menjalani hidup berarti menerima segala amanah kekuasaan. Ini berarti bahwa pada keadaan normal, setiap manusia adalah penguasa. Sebagai ayah, ibu, atau anak. Paling tidak ia penguasa dirinya sendiri.

Saat itulah, menangkap suara aspirasi bukan lagi kerjaan sambilan yang kerap tenggelam dengan hingag binger ego. Bahkan pada kemestiannya, aspirasi bukan lagi sekedar ditangkap. Tapi dikelola dan diperjuangkan semaksimal mungkin, kalau tidak, kita hanya akan tetap menangkap aspirasi sebatas siulan burung disaat siang dan derik jangkrik diwaktu malam [Majalah Saksi No,17/Juni 2004]

Ketika kita menyadari bahwa jabatan adalah amanah yang harus diemban dengan penuh tanggungjawab, baik jabatan itu diberikan oleh kepercayaan rakyat maupun berupa ujian dari Allah maka kita akan berhati-hati untuk menjalankannya, dengan memperjuangkan aspirasi rakyat sungguh-sungguh tanpa mengabaikannya, tapi dikala kita menyatakan jabatan itu sebagai hadiah yang akan digunakan sekehendak kemauan kita, maka tungguhlah kehancurannya.

Hadirin sidang dewan yang kami hormati,
Menyimak pidato Bupati pada halaman 7 bahwa untuk mewujudkan visi dan misi yang ditetapkan maka ada sejumlah tujuh belas program utama yang akan dilaksanakan yang dititik beratkan pada tiga isu sentral yaitu bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan rakyat. Untuk mewujudkan tiga isu tersebut dibutuhkan orang-orang yang professional yang betul-betul berfikir dan bekerja bagaimana pendidikan di Kabupaten Solok melahirkan SDM yang berkualitas pada asfek intelektual dan spiritual, kita butuh kepala dinas yang konsen terhadap itu, yang siap untuk bekerja keras dan tidak segan-segan melihat secara dekat keberlansungan pendidikan di sekolah-sekolah, dia tahu dan memperjuangkan apa yang dituntut oleh para guru, wali murid dan masyarakat sekitarnya, sehingga ke depan pendidikan itu bukan sebatas transfer ilmu kepada anak tapi pembentukan kepribadian.

Demikian pula dengan kesehatan masyarakat dan kesejahteraan perlu kita perjuangkan sehingga tidak akan kita temukan busung lapar lagi, anak tidak sekolah, penyakit tidak terobati karena tidak punya biaya, sementara gedung megah, para pejabatnya dengan mobil baru berganti setiap tahun, jalan aspal beton, jembatan ratusan juta mampu kita bangun setiap tahun di Kabupaten Solok ini.

Sehubungan dengan hal tersebut saya menyarankan kepada saudara Bupati sebelum menempatkan seseorang pada jabatan khusus tiga hal tersebut yaitu pendidikan, kesehatan dan kesra agar betul-betul melihat kapasitas, kridibilitas dan integritas pribadi, bukan karena kasihan, tidak melihat utara selatan dan bukan pula balas jasa atas jerih payahnya mensukseskan pilkada yang lalu, ini semua untuk kepentingan Kabupaten Solok ke depan sesuai dengan visi dan misi saudara Bupati, terlepas dari putra daerah atau non putra daerah, salah pilih dan salah penempatan seseorang bukan pada keahliannya, sabda Rasulullah menyatakan “Tunggu saja kehancurannya”, mungkin biarlah terlambat dalam penyeleksian dan pertimbangan asal sesuai dengan yang diharapkan, dari pada cepat tapi akan terjadi bongkar pasang jabatan, copot dan mutasi yang tidak beraturan.

Hadirin sidang dewan yang kami hormati,
Dari rencana perubahan atas pendapatan dan belanja daerah pada rancangan APBD perubahan tahun 2005, terjadi defisit sebesar Rp. 21.788.274.688,45,- yang akan ditutup dengan pembiayaan yang bersumber dari;
1. Sisa lebih anggaran tahun 2004 Rp. 11.888.140.089,-
2. Perkiraan sisa lebih anggaran tahun 2005 Rp. 4.050.134.599,45,-
3. Pinjaman ke Bank Pemerintah Daerah Rp. 6.000.000.000,-

Menurut saudara Bupati dalam pidatonya bahwa pinjaman ini terpaksa dilakukan karena pada APBD tahun 2005 kita belum menganggarkan gaji ke 13 PNS sebesar Rp. 8.300.000.000,- Namun ironinya, disamping kita mengalami defisit ditambah lagi dengan beban hutang sebanyak 6 milyar rupiah, tapi kita tidak mau mengencangkan ikat pinggang, tidak membelanjakan dana pada hal-hal yang sangat prioritas dan mengurangi pengeluaran yang belum saatnya, tergambar dalam penjabaran APBD hal 28 pada digit 20103911 Belanja Modal alat angkutan sebesar Rp. 1.018.200.000,-

Hadirin sidang dewan yang kami hormati,
Kita memang perlu memberikan fasilitas kepada para pejabat kita sebagai sarana mobilitas, jangankan untuk enam buah mobil dinas, sepuluh mobil dinas kita perlukan, bila perlu mengganti mobil dinas lama dengan yang baru, tapi sinkronisasi pernyataan Bupati dalam pidato beliau dua hari yang lalu bertolak belakang dengan penjabaran rancangan APBD, kita defisit dan kita berhutang untuk membeli kendaraan dinas, secara pribadi saya setuju kalau Bupati dan Wakil Bupati serta kepala dinas lainnya dengan mobil baru, tapi janganlah pada anggaran perubahan ini, tidak salah bila dianggarkan tahun 2006 yang tinggal beberapa bulan lagi, disamping itu tidak ada keharusan pejabar baru harus dengan mobil baru, apalagi pejabat lama dengan mobil baru, silahkan kalau tidak punya malu.

Dana yang bersumber dari APBD secara lansung atau tidak lansung akan dinikmati oleh masyarakat tapi alokasi untuk itu sangat sedikit sekali walaupun jembatan, irigasi dan jalan termasuk yang dinikmati sebagai fasilitas untuk mengembangkan berbagai usaha, tapi untuk terkabulnya semua aspirsi itu suatu hal mustahil dalam waktu dekat ini, maka kami menyarankan kepada saudara Bupati untuk memperbanyak slokasi dana yang lansung dikelola oleh masyarakat seperti dana partisipatif.
Sebuah jalan setapak yang becek dan kumuh, irigasi yang sudah sekian lama tidak terbenahi, jalan menuju surau atau masjid untuk kepentingan anak-anak kita menuntut ilmu agama yang masih berbatu kasar belum tersentuh APBD, perbaikan lokal sekolah swasta yang menunggu kearifan sang pemimpin tidak juga tarujud, semua ini dapat diatasi dengan dana partisipatif yang seharusnya setiap tahun dianggarkan untuk setiap jorong yang ada di Kabupaten Solok ini, seharusnya program dana partisipatif ini menjadi program andalan untuk akselerasi pembangunan pada setiap nagari yang sekaligus menidak lanjuti kesatuan nagari dengan kegiatan gotong royong antara warganya.

Hadirin sidang dewan yang kami hormati,
Ketika menghadiri pertemuan undangan Bupati Solok, dengan ketua dan sekretaris Partai Politik di Gedung Solok Nan Indah pada hari Selasa tanggal 13 September 2005, sehari penuh berdiskusi dengan Dandim, Kapolres dan Linmas Sumatera Barat, ada dua hal yang perlu ditindak lanjuti yaitu;
1. Peraturan Pemerintah no. 29/2005 tentang bantuan dana untuk partai politik perlu diakomodir aspirasi ketua-ketua parpol dengan Peraturan Daerah. Sehingga semua parpol di Kabupaten Solok ini walaupun tidak memperoleh kursi di DPRD perlu kiranya mendapat hak yang sama berdasarkan azas keadilan yang mengacu kepada proposional, sehingga semua parpol mendapat perhatian yang sama dari Pemerintah Daerah Kabupaten Solok.

2. Materi kebangsaan yang disampaikan oleh Bapak Dandim sangat dibutuhkan untuk menanamkan jiwa patriotisme pada jiwa kita masing-masing yang sudah mulai luntur sejalan dengan invasi dan intimidasi dari pihak lawan, sudah saatnya untuk sekarang kita membangun kembali jiwa patriotisme pada dada kita masing-masing sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini diobok-obok oleh bangsa lain. Sebaiknya materi kebangsaan dan cinta tanah air dihidupkan kembali pada lembaga-lembaga pendidikan kita yang diawali dari para pendidik dengan tidak melupakan para pejabat, bila sudah lama duduk di kursi empuk agak lupa bagaimana perjuangan bangsa ini dikala merebut kemerdekaan ini.

Hadirin sidang dewan yang kami hormati,
Ketika kita membicarakan RAPBD tahun 2005 yang lalu, banyak aspirasi masyarakat yang harus diakomodir dalam anggaran perubahan ini bila anggaran untuk itu mencukupi tapi paling tidak pada anggaran tahun 2006 menjadi prioritas kita, hal itu sudah menjadi keputusan yang direkomendasikan DPRD, sehingga menjadi acuan dikala kita menyusun APBD tahun 2006, banyak masyarakat yang tahu rekomendasi itu, bila tidak sesuai hasilnya saat penetapan APBD tentu mereka akan kecewa, terutama kepada anggota dewan yang dipercayakan untuk menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi mereka.

Demikianlah pandangan umum anggota fraksi ini saya sampaikan dalam rangka saling menasehati diantara kita bersama, sehingga kita tidak terlalu bangga dengan keberhasilan yang sudah kita capai yang membuat kita lalai untuk berkarya yang lebih besar lagi, demikian pula kita tidak terlalu sedih dan menyesali diri dengan kegagalan yang ada sehingga membuat kita lupa dengan segala-galanya.

Wabillahitaufiq Walhidayah
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Aro Suka, 16 September 2005
Anggota DPRD Kabupaten Solok
Fraksi Keadilan Sejahtera

Drs. Mukhlis Denros

Tidak ada komentar:

Posting Komentar