Kamis, 12 Juli 2012
5. Pandangan Umum LKPJ 2006
PANDANGAN UMUM ANGGOTA FRAKSI
DPRD KABUPATEN SOLOK
TERHADAP
LKPJ [Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban]
BUPATI SOLOK TAHUN 2006
Disampaikan Oleh Drs. MUKHLIS DENROS
Dari FRAKSI KEADILAN SEJAHTERA
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Yang saya hormati,
Saudara Bupati dan Wakil Bupati Solok
Saudara Ketua, wakil ketua dan anggota DPRD Kabupaten Solok
Saudara Muspida, ketua Pengadilan Negeri Koto Baru dan Ketua Pengadilan Agama Koto Baru,
Saudara Sekda dan Jajaran Eksekutif
Saudara Pimpinan Ormas, Orpol dan Para Wartawan
Hadirin sidang dewan yang berbahagia.
Pertama sekali kita sanjungkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah memberikan karunia dan rahmat-Nya kepada kita semua sehingga dalam menjalankan tugas sehari-hari tetap dalam ridha-Nya, Semoga kita termasuk orang yang selalu bersyukur atas nikmat-Nya dan bersabar atas ujian hidup yang diberikan-Nya, Amin.
Shalawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad Saw yang telah mengorbankan seluruh potensi hidupnya untuk keselamatan manusia di dunia ini hingga akhir zaman, dengan membaca shalat merupakan realisasi kita beriman dan cinta kepada Rasulullah Muhammad Saw.
Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada saudara ketua yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan pandangan umum anggota fraksi DPRD Kabupaten Solok terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati Solok tahun 2006 dalam sidang paripurna hari ini Rabu 13 Juni 2007, dan ucapan maaf saya kepada seluruh sidang dewan karena pandangan umum fraksi ini saya sampaikan tanpa kehadiran saya dalam sidang hari ini karena setelah mengikuti kegiatan Komisi A berkonsultasi ke Departemen Agama RI dan Mentri Dalam Negeri di Jakarta dari tanggal 4 - 7 Juni 2007 saya lansung ke Metro Lampung dalam rangka menjenguk orangtua saya yang sedang sakit, semoga sidang hari ini berjalan dengan sebaik-baiknya.
Sebenarnya Allah memberikan waktu kepada kita untuk menjalankan amanat-amanat di dunia ini sangat terbatas sekali, lebih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan daripada waktu yang tersedia. Keterbatasan waktu itulah maka Allah menyatakan kalau manusia itu dalam keadaan merugi dikala dia tidak dapat memanfaatkan waktu dengan baik sebagaimana dalam surat Al Asyr Allah menyatakan yang artinya,”Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, yang berwasiat dengan kebenaran dan berwasiat dengan kesabaran”. Selayaknya kita menggunakan waktu tersebut dalam kontek apapun hanya untuk tiga kepentingan yaitu meningkatkan Iman, memperbanyak amal shaleh dan saling berwasiat.
Rasulullah memberi sinyal kepada kita agar umatnya memanfaatkan lima hal sebelum datang lima hal lainnya yaitu menggunakan waktu hidup sebelum datang saat kematian, memanfaatkan waktu sehat sebelum datang saat sakit, menggunakan waktu luang sebelum datang saat sempit, menggunakan saat kaya sebelum datang waktu miskin dan menggunakan waktu muda sebelum datang waktu tua, artinya jangan dibiarkan hilang pelung untuk berbuat baik selama kita masih mampu untuk itu.
Buya Hamka menyatakan bahwa hidup manusia tidak dinilai dari jumlah waktu yang diberikan Allah tapi sejauh mana dia mampu punya kontribusi kebaikan selama hidupnya walaupun waktu hidup yang diberikan kepadanya sangat singkat. Demikian pula halnya dalam sepak terjang perjuangan manusia Allah tidak mengukur hasil yang diperoleh seseorang tapi sejauh mana dia mampu menunjukkan perjuangan tersebut dengan maksimal walaupun hasilnya belum tercapai.
Hadirin sidang dewan yang kami hormati,
Menilai sebuah kinerja Bupati dalam hal ini pemerintah daerah pada selang waktu satu tahun dibelakang tidaklah mudah karena sulit kita untuk menggunakan alat ukur keberhasilan atau kegagalan dari program yang telah dilaksanakan, tapi paling tidak secara subyektif anggota DPRD dapat menyampaikan kritik dan saran dan evaluasi kasar apa yang telah dikerjakan oleh pemerintah daerah tahun terakhir ini, baik berupa kebijakan ataupun kerja fisik yang nampak di lapangan, yang kesemuanya itu bukan untuk mencari kesalahan Bupati dan Pemerintah Daerah dan tidak pula menunjukkan arogansi kekuasaan yang dimiliki oleh seorang anggota dewan, hanya sebuah kewajibanlah yang menyebabkan kami memberikan sedikit evaluasi terhadap program apa yang sudah direalisasikan yang intinya untuk kebaikan dan perbaikan dimasa-masa yang akan datang.
Kami menyadari bahwa sedikit evaluasi dan kritisi yang disampaikan ini tidaklah sebanding dari kerja keras yang telah berhasil dilakukan oleh Bupati dan jajarannya, meskipun masih banyak yang perlu dibenahi khususnya tentang tiga pilar pembangunan Kabupaten Solok yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan;
1. Pendidikan
Pada sektor ini memang sudah banyak yang dilakukan oleh pemerintah daerah selain membangun sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada level pengajaran SD hingga SMA yang semuannya tidak bisa tuntas hanya dalam masa satu tahun saja tapi membutuhkan waktu yang lama, namun demikian pemerintah daerah telah menampakkan kerja yang maksimal untuk itu walaupun masih ada hal lain yang agak terabaikan yaitu kita belum lagi siap memberikan bantuan dan dukungan kepada guru-guru SMA yang mengikuti kuliah S2 padahal pendidikan yang mereka ikuti sudah mendapat izin dari pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan tapi perhatian, simpati dan dukungan memang harus diiringi dengan bantuan materi walaupun tidak sepenuhnya.
Sebenarnya masih ada waktu bagi kita untuk berbuat yang lebih baik sekedar simpati dan dukungan peningkatan kualitas guru dengan memberikan anggaran kepada guru-guru kita yang mengikuti S2 pada anggaran perubahan 2007 atau anggaran tahun 2008. dengan memberikan bantuan tadi akan menepis image yang kurang baik dari segelintir orang yang mengatakan kalau Bupati tidak setuju para guru yang kuliah S2 padahal Bupati sendiri sudah S2.
Dengan musibah gempa yang menimpa Kabupaten Solok bulan Februari 2007 banyak gedung sekolah yang hancur seperti di Nagari Tanjung Bingkung, Sumani dan Singkarak yang membutuhkan dana dan perhatian yang serius dari pemerintah daerah, hal itu harus segera diselesaikan demi kelancaran dan kelanjutan pendidikan anak-anak kita sehingga mereka tidak lagi belajar di tenda-tenda.
2. Kesehatan
Kemajuan suatu bangsa juga diukur dari sektor kesehatan masyarakatnya, sampai dimana mereka memperhatikan kesehatan pribadi dan keluarga sehingga hidup mereka layak dan jauh dari penyakit, pada bidang ini dalam satu tahun yang lalu pemerintah daerah sudah berupaya menjalankan programnya semaksimal mungkin seperti peningkatan pelayanan di puskesmas, mengaktifkan posyandu dan kedisiplinan pelayanan para medis dan dokter walaupun masih banyak kita dengarkan keluhan masyarakat yang tidak puas dengan pelayanan yang ada, namun hal itu wajar dengan maksud agar perhatian pemerintah kepada masyarakat ditingkatkan dimasa-masa yang akan datang. Usaha yang perlu dimaksimalkan dinas kesehatan adalah penyuluhan kesehatan yang menyentuh masyarakat kita di jorong-jorong, dengan demikian masyarakat akan menjaga kesehatan yang implikasinya meringankan kerja dari dinas kesehatan yang ujungnya adalah semua itu atas keberhasilan dinas kesehatan.
Bentuk pelayanan kesehatan yang diharapkan masyarakat bukan hanya terlengkapinya sarana dan prasarana yang tersedia dalam melayani mereka tapi juga dari sikap pelayanan para medis yang santun, ramah dan senyum. Bila hal ini bisa dimunculkan maka itu sebenarnya separuh kesembuhan fasien telah mereka terima dari dinas kesehatan. Kita menyadari bahwa sikap tadi tidak bisa muncul demikian saja tanpa juga bantuan materi yang memadai terhadap para medis kita dengan pemberian tunjangan yang menggembirakan.
3. Ekonomi Kerakyatan
Bagi sebagian masyarakat kita, mereka tidak begitu memikirkan siapa Presiden kita, merekapun tidak peduli siapa Bupati dan Wali Kotanya, yang penting mereka dapat hidup layak dengan penghasilan yang cukup untuk membiaya sekolah anak-anak, kebutuhan seharian dan terpenuhinya sandang dan papan mereka. Intinya bagaimana masyarakat kita hidup dalam kesejahteraan pada seluruh sektor mata pencaharian. Kalaulah untuk pemenuhan sarana dan prasana di nagari, pemerintah daerah telah menyediakan dana partisiptif yang dapat diperoleh melalui pengajuan proposal melalui setiap jorong, namun kadangkala alokasi dana partisipatif tidak dimanfaatkan karena sosialisasi dana ini ke masyarakat tidak sampai selain kurangnya kemampuan jorong untuk mengajukan dana melalui prosedur proposal yang baik.
Untuk masa-masa yang akan datang agar pemerintah daerah mensosialisasikan alokasi dana yang ada di APBD yang diperuntukkan bagi dana partisipatif dan aparat di nagari hingga jorong diberdayakan sehingga mampu membuat proposal yang standar sehingga tidak ada lagi dana partisipatif yang terpendam.
Demikianlah pandangan umum anggota fraksi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini, semoga ada manfaatnya sebagai sedikit kontribusi untuk perbaikan kerja-kerja kita dimasa yang akan datang, terima kasih atas segala perhatian dan mohon maaf atas segala kekurangan.
Billahittaufiq walhidayah
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Aro Suka 13 Juni 2007
Drs. Mukhlis Denros
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar