Kamis, 12 Juli 2012

6. Pandangan Umum Perhitungan APBD 2007


PANDANGAN UMUM ANGGOTA FRAKSI
DPRD KABUPATEN SOLOK
TENTANG
NOTA PENJELASAN TERHADAP PENYAMPAIAN RANPERDA
TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD
KABUPATEN SOLOK TAHUN 2007
Dibacakan oleh Drs. MUKHLIS DENROS
Dari FRAKSI KEADILAN SEJAHTERA

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yang saya hormati,
- Saudara Bupati dan Wakil Bupati Solok
- Saudara Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Solok
- Saudara Muspida, Ketua Pengadilan Negeri Koto Baru
dan Ketua Pengadilan Agama Koto Baru,
- Saudara Sekda dan Jajaran Eksekutif
- Saudara Pimpinan Ormas, Orpol dan Para Wartawan
- Hadirin sidang dewan yang berbahagia.

Pertama sekali kita sanjungkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah memberikan karunia dan rahmat-Nya kepada kita semua sehingga dalam menjalankan tugas sehari-hari tetap dalam ridha-Nya, Semoga kita termasuk orang yang selalu bersyukur atas nikmat-Nya dan bersabar atas ujian hidup yang diberikan-Nya, yang sebenarnya syukur tadi dalam rangka untuk meraih nikmat yang lebih besar lagi dari Allah walaupun sebenarnya keberadaan Allah tidak membutuhkan apapun dari hamba-Nya.

”dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". dan Musa berkata: "Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji" [Ibrahim 14;7-8]

Shalawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad Saw yang telah mengorbankan seluruh potensi hidupnya untuk keselamatan manusia di dunia ini hingga akhir zaman, dengan membaca shalawat merupakan realisasi kita beriman dan cinta kepada Rasulullah Muhammad Saw.

Ucapan terima kasih, saya sampaikan kepada saudara ketua yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan pandangan umum anggota fraksi DPRD Kabupaten Solok menanggapi tentang Nota Penjelasan Bupati Solok terhadap Penyampaian Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2007 dalam rapat paripurna hari ini Kamis tanggal 31 Juli 2008.


Hadirin sidang dewan yang saya hormati,

Ketika itu seorang Kaisar Romawi bernama Heraklius menerima surat ajakan untuk memeluk Islam dari risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw, setelah dia mempelajari isi kebenaran kenabian Muhammad, maka dalam hatinya ada keinginan untuk memeluk Islam. Maka dikumpulkanlah stafnya dalam sebuah rapat rahasia untuk membicarakan kebenaran ajaran Islam dengan keinginan hatinya menerima hidayah islam. Ketika keinginan tersebut diutarakan maka spontan para petinggi istana menyatakan, “Hai Tuan, selama ini kami mengetahui bahwa tuan adalah orang yang bijaksana, orang yang mampu berbuat banyak untuk kemaslahatan rakyat, tuanlah yang menjadi dambaan kami, tuanlah yang selalu kami banggakan…. Bila anda ingin masuk agama yang dibawa oleh Muhammad, kami tidak keberatan tapi anda harus meninggalkan istana ini segera”,

Heraklius tidak menyangka kalau bawahannya seberani itu untuk mencampakkannya dari kekuasaan yang menggiurkan itu, dengan spontan dia menjawab, “Saya hanya menguji loyalitas kalian saja, sampai dimana kalian membutuhkan saya, rupanya kalian adalah bawahan saya yang terbaik, sebenarnya saya tidak ada keinginan untuk memeluk agama Islam”.

Sepenggal sejarah ini menyiratkan kepada kita bahwa, seorang pemimpin bagaimanapun tingginya kekuasaan yang dimiliki, bila tidak punya integritas pribadi yang baik, kecakapan dalam memimpin maka dia mudah saja diombang -ambingkan oleh situasi demi menyelamatkan posisinya. Orang kepercayaan, bawahan dan staf seorang pemimpin belum tentu menyelamatkan dirinya bahkan banyak yang menghancurkannya, apalagi pemimpin itu lebih suka menerima pujian yang membuat dia melambung tinggi ke angkasa dari pada menerima kritikan yang dapat menyesakkan dadanya.

Siapapun kita, yang telah ditentukan sebagai pemimpin pada level apapun menurut kesanggupan kita, harus mampu dan trampil memenej bawahannya dan menyokong keberhasilan bersama untuk kemajuan bersama sehingga program dan agenda bisa berjalan dengan baik, sekaligus kemitraan dengan siapapun harus dijaga dengan baik sesuai dengan aturan sehingga bisa dimaklumi keputusan yang diambilpun dapat menyejukkan hati secara bersama dalam rangka mengurangi argumentasi dan konflik kepentingan, kemitraan juga harus dibangun dengan etika saling menghargai satu sama lain tanpa adanya yang merasa dilecehkan, artinya membangun kemitraan tidak hanya dengan aturan dan undang-undang tapi juga dengan etika, moral dan budaya yang baik.

Hadirin sidang dewan yang saya hormati,

Menanggapi Nota Penjelasan Bupati Solok terhadap Penyampaian Ranperda Tentang Pertanggungjawaban APBD tahun 2007 sekaligus penyampaian Nota Ranperda Retribusi Pelayanan Kesehatan dan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, yang disampaikan pada tanggal 28 Juli 2008, ada beberapa catatan yang dapat kami sampaikan;

1. Pelaksanaan Pembangunan di Bidang Pendidikan merupakan salah satu pilar dari tiga pilar pembangunan Kabupaten Solok yang merupakan pilar penting untuk meningkatkan kualitas SDM dalam rangka mempersiapkan calon-calon pemimpin masa depan, selayaknya sarana dan prasarana untuk sektor ini ditingkatkan. SMP 7 Gunung Talang misalnya yang pembangunannya sudah selesai dari anggaran pusat tahun 2007, semula sekolah ini direncanakan bisa melaksanakan operasional sekolah secara mandiri, kemudian difilialkan dengan alasan yang tidak jelas dengan menyerahkan dana operasional ke nagari, tentu saja Pemerintah Nagari merasakan keberatan dengan keputusan demikian, bila sekolah ini difilialkan maka gedung tidak optimal penggunaannya sehingga mudah rusak, operasional sangat sulit karena beberapa guru didatangkan dari lokasi sekolah lain yang jaraknya berjauhan serta muridpun merasa berat karena harus menempuh jarak sekolah yang cukup jauh. Hal lain yang perlu diperhatikan dan ditindak lanjuti oleh Pemerintah Daerah adalah mebel untuk sekolah ini belum ada, jalan menuju lokasipun penuh dengan onak, duri dan kerikil-kerikil tajam yang tidak menyenangkan perjalanan. Sehubungan dengan hal tersebut kami harapkan penjelasan dari pihak Dinas Pendidikan segala sesuatu yang berkaitan dengan SMP 7 Gunung Talang ini.

2. Pembangunan sektor Kesehatan tidak kalah pentingnya dengan pembangunan Pendidikan, pada sektor ini mengajak masyarakat untuk meningkatkan taraf kehidupannya dalam rangka meningkatkan pula produktivitas masyarakat sehingga pada akhirnya nanti masyarakat kita menghargai arti kehidupan yang harus diisi dengan aktivitas positif sebagai kontribusi kebaikan di dunia ini. Rumah Sakit adalah salah satu sarana untuk meningkatkan kesehatan masyarakat yang diikuti dengan medis dan para medis yang berkualitas yang telah mewakafkan hidup mereka untuk membantu manusia lain menjaga kesehatan. Rencana Pembangunan Rumah Sakit Daerah agar segera diselesaikan dengan prosedur yang harus dilalui namun animo masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan berobat ke Rumah Sakit diawali dari kualitas pelayanan di setiap Puskesmas yang kita miliki. Peningkatan Retribusi Pelayanan Kesehatan seharusnya diawali dari peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat sehingga beban biaya kesehatan yang tinggi bagi masyarakat bukan hal yang dikeluhkan karena mereka telah dilayani dengan prima.

3. Dana Partisifatif dan Dana Aspiratif yang dianggarkan untuk kepentingan masyarakat di Kabupaten Solok melalui Rekomendasi Anggota DPRD sangat efektif sekali meningkatkan Pembangunan Masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan. Dengan dana ini masyarakat terbantu membangun jorong dan nagarinya yang tidak tersentuh sebelumnya karena keterbatasan dana dan jarak yang jauh dari pihak penguasa, selain itu dana partisipaptif rekomendasi anggota dewan ini juga mendekatkan masyarakat dengan wakilnya yang secara nyata telah menunjukkan sikap aspiratif kepada masyarakatnya. Karena peningkatan penganggaran dana Partisipatif ini ditindaklanjuti pada Anggaran Perubahan maka selayaknya dipertengahan tahun ini dana partisipatif itu bisa dicairkan.

4. Menyimak pernyataan Nota Penjelasan Saudara Bupati pada halaman 12 dikatakan, “Demikianlah gambaran tentang pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Solok selama Tahun 2007 yang dilaksanakan pada setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang sekaligus merupakan Pertanggungjawaban APBD Kabupaten Solok Tahun 2007.

Dan apabila terjadi kekurangan dalam melaksanakan amanah rakyat selama tahun 2007, kami selaku manusia biasa mohon diberikan waktu untuk memperbaikinya dimasa-masa yang akan datang dan bila ada secuil kemajuan tentulah ini hasil karya kita bersama sebagai lembaga yang bermitra”. Dari kalimat yang indah diatas menggelitik saya untuk menafsirkannya, semoga penafsiran ini ada benarnya;

a. Semua laporan kinerja yang disampaikan saudara Bupati tidak satupun yang menunjukkan kegagalan, semua sesuai dengan target dan program bahkan melampaui prestasi tahun-tahun sebelumnya, namun saudara Bupati menyebutkan bila ada kekurangan hal itu manusiawi dan menurut penilaian semua orang dari berbagai sudut.

b. Semua keberhasilan yang diraih dari kerja tadi, dengan tidak membusungkan dada saudara Bupati menyadari bahwa itu keberhasilan bersama, artinya ini adalah hasil kerja Super team bukan hasil kerja Supermen.

c. Bila ada kekurangan dalam pelaksanaan anggaran tahun 2007, saudara Bupati masih mengharapkan peluang dan kesempatan kepada SKPD melalui DPRD untuk memperbaiki kinerja tersebut pada tahun ini yaitu tahun 2008, atau makna lain saudara Bupati meminta kesempatan untuk memperbaiki kinerja tersebut pada periode kedua masa jabatannya yaitu Tahun 2010-2015 terserah siapa pasangannya dan dari Partai mana yang mengusungnya, ah ini hanya penafsiran saya saja yang memang bukan ahli tafsir, tapi apa salahnya bila ada keinginan itu dari saudara Bupati yang diawali dengan kinerja yang baik, membangun kemitraan yang harmonis dengan DPRD sesuai dengan aturan dan etika, aspiratif terhadap aspirasi masyarakat yang berkembang di daerah ini, lalu membangun hubungan baik dengan semua orang tanpa memandang status sosialnya yang lebih penting lagi adalah menjalin hubungan intensif dengan Khaliq, karena bila Allah menghendaki tidak satupun yang mampu membatalkannya.

Hadirin sidang dewan yang saya hormati,

Kalau tidak ada halangan kita akan melaksanakan Pemilihan Umum tanggal 9 April 2009 sesuai hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum, artinya sejak awal ini para kandidat sudah mulai mempromosikan dirinya untuk dipilih oleh rakyat melalui pendekatan kepada ketua partai agar diletakkan pada nomor yang strategis dilanjutkan dengan sosialisasi diri ke tengah masyarakat hingga berlansungnya kampanye dan pencoblosan di bilik suara, akhirnya duduk manis di kursi dewan menjadi orang terhormat sebagaimana yang sedang kita alami sejak dilantik sebagai anggota dewan tanggal 13 Agustus 2004 hingga detik ini.

Waktu lima tahun bagi kandidat yang tidak duduk sebagai anggota dewan periode yang lalu, atau orang yang memandang kinerja saya selama ini di dewan yang tidak baik, atau masyarakat yang menilai saya tidak aspiratif menyuarakan denyut nadi mereka merasakan betapa lamanya jabatan itu sehingga caci maki sumpah serapah bermunculan dimana-mana, yang intinya saya anggota dewan yang tidak layak dipilih lagi.

Sedangkan saya merasakan waktu lima tahun, sepuluh tahun bahkan lima belas tahun di dewan adalah waktu yang sangat singkat sekali dan tidak mau meninggalkan kursi dewan yang terhormat ini selamanya, sehingga bila saya tidak dicalonkan oleh partai saya yang kemarin maka saya akan berusaha dengan semaksimal mungkin mendekatkan diri ke partai lain dengan memberikan keyakinan bahwa saya adalah tokoh yang punya potensi dengan dukungan suara tidak diragukan lagi, intinya bagaimana saya bisa duduk lagi di dewan periode mendatang.

Dahulu, agar masyarakat memilih dan percaya penuh kepada saya, maka siang dan malam bahkan berkali-kali saya menemui tokoh itu agar saya ditempatkan pada posisi penting pada daftar caleg dengan kasak kusuk kian kemari, kalau tidak ada rotan akarpun jadi, seluruh perhatian dan konsentrasi saya hanya satu supaya tokoh itu menempatkan saya pada daftar caleg jadi sampai jadi caleg beneran.

Masapun berlalu saya sudah berkantor di gedung dewan yang sejuk dan sudah sejak lama saya dambakan dengan banyak kesibukan melaksanakan agenda kedewanan, sayapun sudah lupa siapa dahulu orang yang merekrut dan memperkenalkan kepada saya tentang partai yang hari ini saya menjadi anggota dewan, saya juga tidak mau tahu lagi bagaimana tokoh itu mati-matian memperjuangkan agar nama saya ditempatkan pada nomor urut yang pasti duduk di dewan, bahkan saya berusaha untuk menyingkirkan orang itu dari kepengurusan partai karena mereka tokoh-tokoh tua yang tidak layak lagi sibuk di partai dengan tekad, biar kami yang muda-muda tampil ke depan....

Saya sudah terbiasa dengan pakaian safari, jas yang dilengkapi dasi bergaya seorang legislatif muda, dan itu tidak terlarang karena memang sudah diatur dalam tata tertib dan protokoler dprd, karena posisi saya penting banget di dewan sehingga kemana-mana saya harus dengan mobil dinas yang menaikkan gengsi di tengah masyarakat, dan itu benar karena sudah diatur dalam tata tertib sesuai dengan program dan anggaran, saya sudah lupa daerah mana saja yang telah saya kunjungi di Indonesia ini dan semua itu penting guna melaksanakan program kedewanan untuk kepentingan dan kemajuan Kabupaten Solok, itu cocok benar dengan keputusan rapat, agenda dewan dan anggaran yang sudah diplot untuk itu, tapi saya tahu persis beberapa kabupaten dan provinsi di Indonesia yang belum saya kunjungi, itu semua saya lakukan karena saya anggota dewan terhormat dan posisi itu tidak dimiliki oleh orang lain yang bukan anggota dewan.

Dahulu saya orang yang ramah, santun, penyabar dan baik hati. Selalu mengembangkan senyum kepada semua orang karena saya tahu itu merupakan sikap terpuji ketika tampil di tengah masyarakat, namun dikala kekuasaan sudah saya miliki sebagai anggota dewan terhormat ditambah lagi dengan serenceng jabatan penting yang melambungkan saya jauh ke angkasa, saya merasakan tidak berjalan lagi di darat tapi seolah-olah di angkasa, tinggi sekali, yang tidak mungkin dijangkau oleh orang lain. Kini saya menjadi orang yang mudah tersinggung, emosi, arogan dan SOK Sombong Ongas Kagadang-gadangan, saya berfikir tidak memerlukan lagi orang lain karena memang dahulu saya duduk di dewan berkat usaha saya sendiri yang optimal tanpa ikut campur tangan dari siapapun.

Saya beranggapan bahwa kehormatan bisa diperoleh hanya sebagai anggota dewan saja dan saya yakin saya tidak bisa hidup bila tidak sebagai anggota dewan sehingga berbagai cara saya harus duduk lagi sebagai anggota dewan dengan menyingkirkan orang lain walaupun mereka sudah antri bertahun-tahun menunggu daftar pasti juga sebagai anggota dewan, dengan dalih saya adalah wakil rakyat yang merakyat, saya adalah wakil rakyat bukan paduan suara, saya adalah wakil rakyat yang tidak tidur waktu sidang soal rakyat, sehingga layak kalau saya dipilih lagi oleh rakyat dan duduk kembali di gedung rakyat, demikian sekilas perjalanan hidup sebagai anggota dewan yang penuh dengan romantikanya, karena ini hanya sebuah sketsa kehidupan manusia dalam perjalanan panjang yang ditempuhnya, bila ada yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya mohon maaf atas segalanya , camkan wahai yang punya hati nurani.

Billahittaufiq walhidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Aro Suka, 31 Juli 2008

Drs. Mukhlis Denros

Tidak ada komentar:

Posting Komentar