Minggu, 29 Juli 2012
18. Pendapat Akhir FKS tentang Penegrian Sekolah Baru 2007
PENDAPAT AKHIR FRAKSI KEADILAN SEJAHTERA
DPRD KABUPATEN SOLOK
TERHADAP PENEGERIAN TIGA BUAH SEKOLAH BARU
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Yang Kami Hormati,
- Saudara Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Solok
- Saudara Bupati dan wakil Bupati Solok
- Saudara Muspida beserta Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Koto
Baru
-Saudara Sekretaris Daerah, Sekretaris Dewan, para Asisten, Kepala Badan,
Dinas,
-Kantor Instansi, para Kepala Bagian, para Camat serta seluruh jajaran Pemerintah
Daerah Kabupaten Solok.
- Saudara Pimpinan Organisasi Masyarakat, Organisasi Politik, Organisasi Profesi,
para Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Agama
- Saudara Pengurus LSM, para wartawan dan para undangan.
Pertama sekali kami mengajak kita semuanya untuk menyanjungkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah Swt karena Dia telah memberikan karunia, rahmat dan ampunanNya kepada kita semua sehingga layaklah bila kita bersyukur kepada-Nya tampa henti-hentinya, agar segala karunia yang diberikan-Nya menjadi berkah dalam hidup kita, Amin.
Shalawat dan salam teruntuk bagi junjungan kita Nabi Muhammad Saw yang telah menyerahkan seluruh potensi hidupnya untuk menyelamatkan hidup manusia di dunia hingga akherat, dengan banyak membaca shalawat kita berharap meraih syafaatnya kelak di akherat dengan idzin Allah.
Terima kasih pula kami sampaikan kepada saudara pimpinan yang telah memberikan waktu dan kesempatan kepada kami Fraksi Keadilan Sejahtera untuk menyampaikan Pendapat Akhir tentang Penegerian Sekolah baru di Kabupaten Solok tahun 2007 ini, yaitu tiga buah Sekolah;
1. SMK Ummathan Washathan Tanjung Alai di kecamatan X Koto Singkarak.
2. SMP 4 Kecamatan Lembang Jaya.
3. SSA [Sekolah Satu Atap] di Aia Luo Kecamatan Payung Sekaki.
Hadirin sidang dewan yang kami hormati,
Pendidikan bagi manusia sangat penting agar hidupnya bermakna untuk dapat hidup dengan wajar sebagai manusia lainnya. Sebuah ungkapan mengatakan,”Dengan seni hidup akan indah, dengan islam hidup akan terarah dan dengan ilmu hidup akan mudah”.
Orang yang tidak dapat pendidikan sebagaimana manusia lain maka cara hidupnya tidak sama dengan manusia pada umumnya, misalnya seseorang yang hidup dengan binatang maka tata cara hidup dan prilakunya tidak berbeda dengan binatang.
Ada pula ungkapan yang mengatakan,”Mengajar manusia dengan isyarat tapi mengajar hewan dengan tongkat” demikian jauh bedanya antara manusia dengan makhluk lainnya.
Dua anak manusia yang ditemukan oleh seorang pemburu di liang Serigala di Pegunungan Himalaya dalam tahun 1920 dan kemudian diserahkan ke rumah yatim piatu di Midnapur menarik perhatian. Perkembangan kedua anak perempuan yang diberi nama Amala dan Kamala, dicatat oleh Misionaris Jal Singh dalam sebuah buku harian. Amala sesudah satu tahun berada dalam rumah yatim itu meninggal, tetapi Kamala tinggal disana sampai umur 17 tahun dan meninggal tahun 1929. waktu baru masuk asrama itu, prilaku mereka seperti Srigala, merangkak dengan kaki tangannya, melolong pada saat bulan purnama, menggonggong seperti Srigala, berani keluar malam hari, siang harinya dia tidur, makan hanya daging mentah, air tidak diteguk tapi dijilati dengan lidah, tidak dapat berbicara, berdiri tegak lurus sebagai manusia biasa baru dapat dikuasai oleh Kamala sesudah empat tahun belajar itupun belum dapat berjalan cepat, pelajaran bahasa lambat dan lama sekali, sampai meninggalnya Kamala pada umur 17 tahun ia hanya dapat menguasai 50 kata.
Begitu besarnya pengaruh pendidikan dan lingkungan bagi perkembangan anak sehingga orangtua harus berhati-hati dalam menjaga anaknya yang merupakan amanah Allah Swt. Rasulullah bersabda,”Tiap-tiap anak yang dilahirkan dalam keadaan suci bersih, maka orangtuanyalah yang bertanggungjawab untuk menjadikan anaknya beragama Yahudi, Nasrani dan Majusi”.
Hadist diatas telah didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh pakar pendidikan Barat seperti William Stern dengan teori Konvergensinya, yang menyatakan bahwa seorang anak selain mempunyai potensi dari dalam maka perlu adanya pendidikan dari orangtua selaku pendidik yang pertama dan utama.
Menurut ahli pendidikan, lembaga pendidikan untuk mencetak manusia yang manusia ada tiga tempat yaitu Rumah tangga, Sekolah dan Masyarakat. Ketiganya harus singkron dan saling mendukung dalam mendidik anak, bila hanya salah satu lembaga saja yang memperjuangkan hal itu sementara yang lain mengabaikan maka dapat diyakini pendidikan tidak akan berhasil, sehingga wajar pula karena kita terobsesi untuk mencetak generasi yang lebih baik dan menampilkan para pemimpin masa depan yang lebih berkualitas maka pendidikan itu sangat penting.
Hadirin sidang dewan yang kami hormati,
Untuk tercapainya keberhasilan sebuah pendidikan banyak hal pendukung yang harus diperhatikan selain murid, guru, sarana dan prasarana juga dukungan kita semua yang memberikan support baik dengan pemikiran yang cemerlang, tenaga dan juga sokongan dana yang tidak kalah pentingnya, sehingga wajarlah bila Pemerintah Daerah Kabupaten Solok khususnya menitik beratkan pilar pembangunan pada tiga asfek salah satunya pendidikan.
Setelah melalui kajian mendalam oleh pemerintah daerah dan pembahasan yang dilakukan oleh komisi A tentang penegerian tiga buah sekolah yang dilaporlan oleh ketua atau juru bicara komisi A, maka kami Fraksi Keadilan Sejahtera, dengan mengucapkan ”Bismillahirrahmanirrahim” menyatakan setuju untuk penegerian tiga sekolah tersebut sesuai dengan hasil pembahasan komisi A.
Demikianlah pendapat akhir Fraksi Keadilan Sejahtera, Lebih kurangnya kami mohon maaf, Billahittaufiq walhidayah [Mdr]
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Aro Suka, 12 Februari 2007
Fraksi Keadilan Sejahatera DPRD Kabupaten Solok
1. Drs. Mukhlis Denros [Ketua]
2. Drs. Nazar Bakri [Sekretaris]
3. Ir. Dasufal Temra [Anggota]
4. H. Alizar Ama [Anggota]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar